Dirjen Linjamsos Ungkap Jualiari Peter Batubara yang Menentukan Bansos Berupa Sembako untuk Covid-19

Senin, 10 Mei 2021 17:05

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Pepen Nazaruddin bersaksi di Pengadilan Negeri Tind...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Pepen Nazaruddin menyampaikan, mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara yang menentukan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam penanganan Covid-19. Hal ini disampaikan Pepen saat bersaksi untuk terdakwa Juliari Peter Batubara.

Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis mendalami soal pelaksanaan program bansos Kemensos berupa sembako yang saat ini berujung rasuah. Juliari disebut sebagai penanggung jawab bansos sembako Covid-19.

“Siapa yang menentukan jenis bantuan?” tanya Hakim Damis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (10/5).

“Bapak Menteri Sosial (Juliari Peter Batubara),” jawab Pepen.

Mendalami pernyataan Pepen, Hakim Damis menelisik apakah bantuan sosial berupa sembako itu ditentukan dalam keputusan rapat atau hanya dari keputusan Juliari. “Pada waktu itu, apakah Menteri Sosial sendiri yang menentukan ataukah ditentukan berdasarkan rapat para pimpinan pejabat?” telisik Hakim Damis.

“Diawal Bapak (Juliari Peter Batubara) menyampaikan untuk ada bantuan sosial sembako. Kemudian dibahas di rapat,” ucap Pepen.

Pepen menyampaikan, harus mempertanggung jawabkan bansos berupa sembako itu kepada Juliari Peter Batubara. Menurutnya, mekanisme pertanggungjawaban itu berupa laporan.

“Mekanisme pertanggungjawaban Saudara itu seperti apa?” cecar Hakim Damis.

“Mekanisme pertanggungjawaban berupa laporan,” ungkap Pepen.

Pepen merinci, bansos sembako itu berupa beras, minyak goreng, mie instan, sarden dan kecap. Dia mengakui, satu paket bansos dianggarkan senilai Rp 300 ribu.

Bagikan berita ini:
2
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar