Fahri Hamzah: Presiden Sering Nampak Salah

Senin, 10 Mei 2021 10:01

Fahri Hamzah (Foto by @Fahrihamzah)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah merespon polemik pernyataan Presiden Jokowi soal Bipang Ambawang atau babi panggang khas Kalimantan yang dipromosikannya menjelang hari raya Idul Fitri.

Menurut Fahri Hamzah, pihal Istana harus mengklarifikasi. Terutama bagi mereka yang menulis pidato Jokowi.

“Intinya harus ada klarifikasi segera dari Istana. Utamanya oleh Tim komunikasi yang inti, penulis pidato dan tim riset data. Tim penulis pidatonya minta maaf segera, kasihan Presidennya,” kata Fahri Hamza, Minggu (9/5).

Dia bilang bahwa kebanyakan nama presiden dirusak oleh manajemen dapur Presiden. Alhasil, pernyataan Jokowi banyak menimbulkan kegaduhan.

“Soal mau diganti atau tidak, itu hak Presiden tapi memang kebanyakan nama Presiden rusak oleh gagalnya manajemen dapur. Presiden sering dibuat salah dan nampak salah: salah kata, salah data, salah tempat, salah waktu, dll,” tutur Fahri.

Sebelumnya, pidato Jokowi terkait mudik lebaran. Jokowi mengatakan bahwa masyarakat bisa memesan kuliner melalui online. Dia lantas menyebut nama-nama kuliner dan daerahnya termasuk Babi Panggang atau Bipang Ambawang Kalimantan ini.

Terkait itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akhirnya meminta maaf. Dia mengatakan, pidato Jokowi tersebut dalam acara yang digelar Kementerian Perdagangan. Dia mengatakan, Jokowi hanya ingin mengenalkan ragam kuliner di sejumlah daerah.

“Kami dari Kementerian Perdagangan selaku penanggung jawab acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan Bapak Presiden,” Mendag Lutfi dikutip akun YouTube Kemendag, Sabtu (8/5).

Bagikan berita ini:
3
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar