Kekerasan Jurnalis, Polda Jatim Tetapkan 2 Oknum Polisi Tersangka

Senin, 10 Mei 2021 21:45

Ilustrasi kekerasan terhadap jurnalis. (Miftahulhayat/JawaPos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Kekerasan dan penganiayaan jurnalis di Surabaya beberapa waktu lalu sudah dalam tahap penetapan tersangka. Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim telah menetapkan dua oknum polisi yaitu Brigpol Muhammad Firman Subhekhi dan Bripka Purwanto, menjadi tersangka.

Fatkhul Khoir, pengacara jurnalis Tempo, Nurhadi, menjelaskan, dalam konteks konstruksi pasal 18, kategori menghalang-halangi itu tidak berhenti pada dua orang itu saja. Fakta-fakta menunjukkan bahwa yang terlibat sekitar 10–15 orang.

”Ini yang menjadi desakan kami kepada penyidik agar tidak berhenti di dua orang saja,” ungkap Fatkhul Khoir pada Senin (10/5).

Fatkhul Khoir mengatakan, berdasar kesaksian Nurhadi, ada oknum lain yang harus diperiksa lebih mendalam.

”Dari keterangan saksi juga sudah jelas, fakta menyebut kalau dia sempat melihat sekitar 5 menit bahwa Ahmad Yani sempat nengok peristiwa itu. Artinya si Ahmad Yani ini kan tuan rumah, orang yang punya hajat. Dia juga seorang polisi. Dia bisa memerintahkan untuk menghentikan itu. Tapi kenapa nggak dihentikan. Nah ini kan harusnya dimintai keterangan,” kata Fatkhul Khoir.

Sementara itu, Polda Jatim menyatakan, akan menggelar proses rekonstruksi perkara pada Selasa (11/5). ”Minggu (9/5) sudah ditetapkan dua tersangka. Prosesnya sampai sekarang masih berjalan. Ada kemungkinan tersangka bakal bertambah,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko pada Senin (10/5).

Bagikan berita ini:
2
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar