Polemik Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK, Hendra Setiawan Boen Singgung Buzzer-buzzer Politik

Senin, 10 Mei 2021 19:07

ERA SURAM PEMBERANTASAN KORUPSI: Aksi Wadah Pegawai KPK pada September 2019 menolak revisi UU 30/2002 tentang KPK. (MUHA...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tes wawasan kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik di publik. Relawan pendukung Jokowi-Maruf Amin punya gagasan solutif agara masalah ini tidak gadung dan berkelanjutan.

Hendra Setiawan Boen, mantan Koordinator Direktorat Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, sepakat dengan penilaian sejumlah tokoh terhadap materi soal tes pengawai KPK. Di mana, para tokoh itu menilai tidak layak, tidak pantas dan tidak mencerminkan wawasan kebangsaan.

“Sebagian pertanyaan di dalamnya seperti kesediaan pegawai KPK melepas jilbab, doa Qunut hingga sikap terhadap LGBT terlalu menyimpang dari tugas pokok KPK sebagai punggawa pemberantasan korupsi di Indonesia,” papar Hendra dalam keteranga tertulisnya di Jakarta, Senin (10/5).

Pertanyaan tersebut, kata Hendra, terkesan sengaja ditiupkan, karena kondisi masyarakat yang fobia dengan aliran agama tertentu. Sehingga diasumsikan apabila pegawai KPK diberhentikan karena alasan “taliban” yang berasosiasi teroris fundamentalis anti Pancasila pemecah bangsa, maka diharapkan tidak ada resistensi dari masyarakat.

Rencana pemecatan 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan, kata dia, semakin diperkuat dengan beredarnya surat keputusan (SK) berisi pembebasan tugas. Dalam SK tersebut ada tandatangan seolah-olah dari Ketua KPK, Firli Bahuri.

“Memang Plt Juru Bicara KPK tidak bersedia memberikan kepastian akan keabsahan potongan surat keputusan tersebut. Akan tetapi dia memberikan jawaban nyaris verbatim terhadap rumor adanya 75 pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Bagikan berita ini:
3
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar