Tarif Tol Makassar Jadi Kontroversi, Plt Gubernur: Penetapannya dari Kementerian

Senin, 10 Mei 2021 20:56

Arus lalu lintas di Jalan Tol Reformasi, AP Pettarani dan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (26/8/2018). FOTO: IDHAM AMA/...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penyesuaian tarif Tol Makassar mulai berlaku sejak Sabtu, (8/5/2021) lalu. Penyesuaian tarif kemudian jadi kontroversi.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, penyesuaian tarif merupakan ketetapan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Itu penetapannya dari kementerian. Mereka semuanya (pengelola tol, red) hanya pelaksana saja. Melaksanakan berdasarkan keputusan menteri. Itu bukan keputusan dari Pak Dirut sendiri. Tapi ini keputusan dari kementerian,” katanya di Kantor Gubernur, Senin, (10/5/2021).

Kendati demikian, kata Sudirman, jika ada masukan-masukan masyarakat, pihaknya akan mengupayakan peninjauan kembali untuk kemudian disampaikan ke pihak kementerian.

“Kita koordinasi ini, supaya bahasan-bahasan itu bahwa ada masyarakat menyampaikan (keluhan, red) itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Bone itu menegaskan, penyesuaian tarif mesti realistis. Apalagi kata dia, dana operasional, dana investasi, dan sebagainya menjadi pertimbangan utama dalan penentuan tarif tol.

Ia berharap, selain dana investasi bisa kembali, masyarakat juga betul-betul mampu memanfaatkan keberadaan tol yang ada.

Terpisah, Direktur Utama PT MMN, Anwar Toha menyebutkan, penyesuaian tarif yang ada saat ini tentunya berdasar dari nilai investasi selama ini.

“Sesungguhnya ini berangkat dari nilai investasi. Inilah yang menjadi perhitungan sehingga tarif itu muncul,” tutur Anwar. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
1
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar