Bareskrim Dalami Dugaan Setoran Uang Bupati Nganjuk ke Petinggi Parpol

Selasa, 11 Mei 2021 13:30

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat (SRI UTAMA/JAWA POS RADAR NGANJUK)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) masih mendalami kasus dugaan suap kepada Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidhayat. Sejauh ini, belum diketahui pasti aliran dana dari hasil korupsi ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Novi bersama 6 tersangka lainnya baru tiba di Bareskrim Polri pagi tadi. Mereka akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan intensif.

“Akan kita tanyakan secara mendetail, terima uang, uang dibelikan apa, uang dikirim ke mana, atau uang dibuat apa, jadi nanti ya nanti kita tunggu, nanti dari penyidik Tipidkor Bareskrim untuk melakukan pendalaman,” kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/5).

Pendalaman juga akan dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya aliran uang dari Novi kepada petinggi partai politik. Sampai saat ini, belum ditemukan indikasi ke arah tersebut.

“Sampai sekarang kita belum mendapatkan ya, belum mendapatkan, tentunya kan tadi saya sampaikan sama dengan pertanyaan yang lain, nanti pasti akan kita dalami,” jelas Argo.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat ditetapkan sebagai tersangka jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Selain Novi, enam orang lainnya yang turut diamankan juga ditetapkan sebagai tersangka.

Enam orang tersebut adalah Camat Pace Dupriono; Camat Tanjunganom sekaligus Plt Camat Sukomoro Edie Srijato, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, TBW, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan Ajudan Bupati Nganjuk Izza Muhtadin.

Bagikan berita ini:
9
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar