Hilal Tidak Terlihat, Idulfitri Jatuh pada Kamis, 13 Mei

Selasa, 11 Mei 2021 20:52

Ilustrasi pengamatan hilal untuk menentukan Idul Fitri 2020. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tidak ada referensi pelaporan hilal awal Syawal 1442 H yang teramati di wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya.

“Hilal yang sebenarnya adalah besok. Tanggal 12 Mei 2021 bertepatan tanggal 30 Ramadan 1442 H, pukul 02.00 WIB,” ujar dia melalui siaran YouTube Kemenag RI, Selasa (11/5).

Menurutnya, ijtimak (saat berakhirnya bulan selama 1 bulan) terjadi pada hari Rabu, 12 Mei 2021, sekitar pukul 02.00 WIB. “Untuk di Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya matahari pada posisi -4,38 derajat dengan umur bulan -8 jam 14 menit, 44 detik setelah terbenamnya matahari baru terjadi ijtimak,” tambahnya.

Cecep menjelaskan bahwa hilal awal Syawal 1442 H pada hari Selasa, 11 Mei belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Di mana tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.

“Jadi menurut kriteria MABIMS. Jadi secara hisab 1 syawal 1442 H menurut kriteria MABIMS jatuh pada kamis 13 Mei 2021 M,” kata dia.

Cecep menambahkan, hisab sifatnya informatif, sedang rukyat sifatnya konfirmatif. Penetapan atau isbat adalah penggabungan antara konfirmasi hasil rukyat dengan informasi hasil hisab yang tertera dalam Taqwim Standar Indonesia tahun 2021.

Bagikan berita ini:
4
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar