Idulfitri 13 Mei, Ini Perkiraan Cuaca dari BMKG

Selasa, 11 Mei 2021 21:03

Ilustrasi perkiraan cuaca -- bmkg

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan lebaran Idulfitri 1442 H jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021, mendatang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi hujan saat salat Id.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, mengatakan, potensi hujan untuk wilayah Makassar, pada 12 Mei 2021 hingga 13 Mei 2021 tetap ada. Meski begitu potensinya kecil.

“Untuk tanggal 12 dan 13 untuk wilayah Makassar potensi hujannya kecil,” ujar Rizky, Selasa (11/5/2021).

Lanjutnya, kondisi dinamika atmosfer dinamis, di mana angin timur cukup kuat, untuk Sulawesi Selatan bagian utara. Meski menurut Rizky ada potensi hujan lebat, tetapi itu diprediksi terjadi pada tanggal 16 Mei 2021.

“Potensi hujannya kecil, karena kondisi dinamika atmosfernya dinamis, angin timurnya cukup kuat,” jelasnya.

Prediksi BMKG, justru hujan lebat diperkirakan akan terjadi beberapa hari setelah Idulfitri. “Untuk Sulawesi Selatan bagian utara memang ada potensi hujan lebat tetapi prediksinya tanggal 16 Mei 2021,” lanjutnya.

Namun, ia menegaskan bahwa hal ini masih merupakan perkiraan, bisa berubah sewaktu-waktu. “Tetapi kita liat perkembangannya lagi karena cuaca dinamis perubahannya,” terangnya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengungkapkan, jika pelaksanaan Salat Id turun hujan, maka masyarakat bisa memanfaatkan masjid untuk ibadah. Sebab saat ini Pemkot mengimbau masyarakat untuk salat Id di ruang terbuka.

“Kalau hujan, tidak ada pilihan lain selain masuk ke Masjid,” ujar Danny.

Sementara diketahui, saat ini Makassar sudah memasuki musim kemarau pada April 2021 dasarian II dan III.

“Untuk wilayah Makassar prakiraan awal musim kemaraunya yaitu pada bulan April Dasarian II – Dasarian III. Dengan puncak musim kemarau bulan Agustus,” kata Rizky.

Lanjutnya, dalam menentukan musim hujan dan musim kemarau, BMKG menggunakan kriteria banyaknya curah hujan setiap dasarian (sepuluh harian).

“Dasarian I dari tanggal 1-10 bulan tersebut, dasarian II tanggal 11-20, dan dasarian III tanggal 21 sampai dengan akhir bulan,” jelasnya.

Awal musim kemarau ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan, dalam satu dasarian kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.

“Untuk menentukan apakah saat ini sudah masuk musim kemarau atau belum kita masih menunggu evalusi data curah hujan yang tercatat beberapa dasarian,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
4
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar