Novel Baswedan Sebut TWK Digunakan untuk Singkirkan Pegawai Terbaik KPK

Selasa, 11 Mei 2021 16:58

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat bicara terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Novel menduga, TWK digunakan sebagai alat untuk menyingkirkan 75 pegawai terbaik KPK.

Novel memandang, TWK sangat bermasalah. Karena TWK digunakan untuk menyeleksi pegawai KPK, yang telah berbuat nyata bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Jadi penjelasan yang akan saya sampaikan ini bukan hanya soal lulus atau tidak lulus tes, tapi memang penggunaan TWK untuk menyeleksi pegawai KPK adalah tindakan yang keliru,” kata Novel dalam keterangannya, Selasa (11/5).

Seharusnya pemberantasan korupsi tidak bisa dipisahkan dengan nasionalisme maupun nilai kebangsaan pegawai KPK. Karena sikap antikorupsi pada dasarnya adalah perjuangan membela kepentingan negara.

Novel lantas membeberkan beberapa contoh pertanyaan terhadapnya. Dia mengaku, sempat mendapat pertanyaan soal kebijakan pemerintah tentang kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

“Jawaban saya saat itu kurang atau lebih seperti ini, saya merasa tidak ahli bidang politik dan ekonomi. tentunya karena adalah penyidik tindak pidana korupsi, saya lebih tertarik untuk melihat tentang banyaknya dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan listrik negara, dan inefisiensi yang menjadi beban bagi tarif listrik,” ucap Novel.

Pertanyaan lainnya mengenai peralihan status menjadi ASN. Novel mengakui ditanya jika telah menjadi ASN, apa sikap Novel ketika dalam penanganan perkara di intervensi, seperti dilarang memanggil saksi tertentu dan sebagainya.

Bagikan berita ini:
7
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar