Pemudik Jebol Barikade, Polri Tambah Personel Penyekatan

Selasa, 11 Mei 2021 07:20

ILUSTRASI. Mabes Polri mencatat operasi penyekatan mudik sejauh ini membuahkan hasil positif. Volume lalu lintas di jalu...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA Ribuan pemudik dengan mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Minggu (9/5) malam. Petugas tak mampu menghadang karena kalah jumlah.

Terkait kasus jebolnya barikade penyekatan di Kabupaten Bekasi, Polda Metro Jaya langsung mengambil langkah dengan menambah jumlah personel. Tidak hanya di perbatasan Bekasi dan Karawang, tapi juga di perbatasan-perbatan lainnya.

“Kami akan menambah kekuatan dan pos-pos penyekatan khususnya di perbatasan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (10/5).

Dijelaskannya, penyekatan mudik dalam Operasi Ketupat Jaya 2021 bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Karenanya, diharapkan masyarakat dapat memahaminya. Operasi tersebut untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Kami atau petugas dalam hal ini bukan untuk menyiksa, tapi ini adalah upaya untuk secara kemanusiaan, operasi kemanusiaan yang kita dilakukan,” terangnya.

Dikatakannya, Polri bersama instansi terkait akan menggelar operasi penyekatan mudik dengan mengedepankan langkah persuasif humanis namun tegas dalam pelaksanaannya.

Diketahui pada Minggu (9/5) malam ribuan pemudik dengan sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang.

Para pemudik diminta untuk putar balik, tetapi menolak. Akibatnya, terjadi macet total sepanjang 5 kilometer. Khawatir situasi semakin parah, petugas akhirnya membuka barikade penyekatan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengatakan, pembukaan sekat merupakan diskresi kepolisian.

Bagikan berita ini:
3
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar