Dihormati Internasional tapi Dimusuhi Negeri Sendiri, Novel Baswedan: Apa Nggak Aneh?

Rabu, 12 Mei 2021 12:00

Novel Baswedan.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik KPK non-aktif, Novel Baswedan kembali bersuara terkait adanya upaya pelemahan KPK di Indonesia. Ia menyebut pejuang anti korupsi seperti dimusuhi di negeri sendiri.

Padahal, kata Novel, pejuang anti korupsi Indonesia banyak mendapat apresiasi dan dihormati oleh dunia Internasional.

Seperti dirinya yang telah mendapatkan penghargaan PIACCF Award dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, Tun Mahatir Mohammad Patron atas dedikasinya memberantas korupsi.

“Apa nggak aneh, perjuangan anti korupsi seperti dimusuhi di negeri sendiri, justru dihormati di internasional,” cuit Novel di laman Twitter miliknya, Rabu (11/5/2021).

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, diketahui salah satu dari 75 nama pegawai yang dinonaktifkan melalui Surat Keputusan (SK) tertandatangan Plh. Kepala Biro SDM KPK Yonathan Demme Tangdilintin.

SK tersebut berisi tentang penetapan keputusan pimpinan KPK atas hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) yang tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). SK ini ditandatangani pada 7 Mei 2021.

Ada beberapa poin dalam SK itu, pertama menetapkan nama-nama pegawai dalam Lampiran Surat Keputusan yang tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai menjadi ASN.

Pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan diperintahkan untuk menyerahkan tugas kepada atasannya langsung. (Zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
10
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar