Lapar Mata di Hari Raya

Rabu, 12 Mei 2021 20:40

Oleh: Rachmat Faisal Syamsu

“Sesungguhnya Allah telah memberi untuk kalian dua hari yang lebih baik dari hari raya, yaitu idulfitri dan iduladha.” (HR.Ahmad).

Dalam penafsiran hadis tersebut, terdapat anjuran kepada umat Islam untuk menunjukkan rasa bahagia, dan semangatnya apabila menjumpai dua hari raya itu. Tidak terasa, hanya dalam hitungan hari saja umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idulfitri 1442H. Setelah berpuasa sebulan lamanya menahan lapar dan dahaga, sudah sepantasnya kita semua berbahagia untuk menyambut hari raya Idulfitri. Bersukacita dan berdoa mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang meraih kemenangan dan predikat taqwa.

“Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’.” (QS.Yunus:58).

Tanda-tanda yang dapat dijadikan alat ukur bahwa seseorang itu akan berhasil melalui ujian setelah Ramadan dan berhasil meraih predikat taqwa di antaranya adalah kehidupan beragamanya lebih baik daripada sebelumnya. Dia menjadi hamba yang lebih perhatian dengan salat, puasa, sedekah, Alquran dan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Salam.

Makanan di Hari Raya

Di tengah euforia hari raya, kita juga turut disajikan berbagai jenis makanan yang begitu banyak rupanya. Sebagaimana diketahui oleh masyarakat, hari raya idulfitri juga adalah hari yang diidentikkan dengan makanan. Segala bentuk makanan pokok terutama yang kaya akan lemak ramai disajikan bergantung ciri khas masing-masing daerah. Seperti Coto, Konro, Pallubasa, Makassar. Rendang, Padang. Gulai Nangka, Medan. Lemang, Jambi. Semur Daging, Jakarta. Soto Banjar, Banjarmasin. Kella Pate, Madura. Dan masih banyak lainnya.

Bagikan berita ini:
9
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar