Berbeda dengan Iduladha, Setelah Salat Idulfitri Tak Ada Lagi Takbiran

Kamis, 13 Mei 2021 17:06

FAJAR.CO.ID – Bacaan takbir merupakan salah satu hal yang sunah dilakukan pada malam Idulfitri. Pada malam tersebut semua umat Islam mengagungkan kebesaran nama Allah SWT, baik di masjid, rumah, jalanan, dan pasar.

Sebagaimana dalam firman Allah berikut ini:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya; Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) nya dan hendaklah kamu bertakbir atau mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah 185)

Karena itu, malam menjelang hari raya id sering disebut juga dengan malam takbiran. Hal itu merupakan salah satu cara umat Islam untuk menyemarakkan dan menyambut hari raya. Takbir pada hari raya Idulfitri sunah dilakukan hingga imam datang untuk mengimami salat Idulfitri. Sebagaimana dalam hadis berikut

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak salat pada hari raya ‘Idulfitri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai salat hendak dilaksanakan. Ketika salat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (HR. An-Nasai)

Pertanyaannya bolehkah takbiran setelah salat Id yang dilakukan setelah salat lima waktu?

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni mengatakan bahwa takbir yang dilakukan setelah salat lima waktu di hari raya itu khusus setelah salat Iduladha, yaitu dimulai sejak subuh hari Arafah hingga sore terakhir di hari Tasyriq. Ada pun secara muthlaq, takbir Iduladha dimulai sejak melihat hilal Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyriq.

Bagikan berita ini:
6
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar