Muhammadiyah: Pernyataan Ngabalin Ngawur dan Tuna Adab

Jumat, 14 Mei 2021 15:08

Ali Mochtar Ngabalin. (fin)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kelurga besar Muhammadiyah menuntut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin agar mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang menyebut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas berotak sungsang. Pernyataan Ngabalin itu dinilai tuna adab..

“Kami menuntut Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin untuk mengklarifikasi dan menyampaikan maaf secara terbuka karena telah mencederai kredibilitas Bapak Busyro Muqoddas selaku Pimpinan Muhammadiyah maupun kepada Keluarga Besar Muhammadiyah yang terusik dan gerah dengan statemen ngawur tuna-adab,” ujar Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LHKP PWM DIY), Suwandi Danu, melalui keterangan tertulis Jumat (14/5).

Suwandi juga meminta Presiden Jokowi agar mengontrol KSP agar tidak mengeluarkan pernyataan yang menyinggung publik. “Presiden harus mampu mengontrol KSP agar lebih beradab, sebagai representasi lembaga maupun lingkar dekat presiden,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menilai, pernyataan Ngabalin tercela dan tidak punya adab.

“Mengatakan berotak sungsang itu sudah sangat mencela dan tidak beradab menurut saya,” kata Sunanto kepada wartawan, Jumat (14/5).

Sikap Ngabalin yang menyerang siapa saja yang mengkritik pemerintah, justru akan merusak citra Jokowi sendiri yang nyatakan terbuka menerima kritik.

Bagikan berita ini:
10
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar