Konflik Israel-Palestina, DPR Minta PBB Turunkan Pasukan Perdamaian

Sabtu, 15 Mei 2021 09:30

Ilustrasi Prajurit TNI penjaga perdamaian PBB. (int)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA – Kondisi Palestina pasca bentrokan di Komplek Masjid Al-Aqsa semakin genting. Terlebih setelah Israel melalukan pengeboman serangan udara di wilayah Jalur Gaza dalam dua hari terakhir.   

Menyebabkan sedikitnya 113 warga meninggal termasuk diantaranya 31 anak-anak. Menanggapi perkembangan situasi ini, Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban dari rakyat sipil.

Menurutnya, jika tensi konflik antara Israel dan Palestina yang semakin menguat, ini akan menyebabkan situasi semakin tidak terkendali dan bisa mengarah kepada perang terbuka.

“Jika ini terjadi, maka bisa dipastikan akan semakin banyak jatuh korban dari kalangan warga sipil. Sebagaimana saat agresi militer Israel ke wilayah Gaza pada tahun 2014, menewaskan 2.251 warga Palestina,” kata Sukamta lewat keterangan resmi yang diterima Sabtu (15/5).

Sukamta berharap pemerintah RI untuk sekuat tenaga bisa mendorong PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas antara Israel dan Palestina.

Menurutnya penempatan pasukan perdamaian di beberapa negara yang alami konflik selama ini terbukti berhasil menurunkan eskalasi konflik.

Usulan ini memang terasa agak sulit diwujudkan, karena setiap rencana keputusan DK PBB bahkan yang sekedar berbentuk pernyataan mengutuk kejahatan perang Israel selalu ditentang oleh Amerika Serikat sebagai anggota tetap.

“Tetapi saya harap setiap usaha guna mencegah meluasnya kekerasan dan konflik harus tetap diupayakan dengan sekuat tenaga. Pemerintah RI bisa mendorong usulan penerjunan pasukan perdamaian di wilayah konflik Israel-Palestina ini melalui sidang darurat OKI maupun PBB,” terangnya.

Bagikan berita ini:
3
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar