Pegawai KPK Beberkan Pertanyaan Janggal TWK: Kalau Pacaran Ngapain Saja?

Sabtu, 15 Mei 2021 14:19

KPK

“Itu beberapa pertanyaan yang saya ingat. Buat saya pertanyaan semua orang cina itu sama adalah statement ambigu. Apakah yang dimaksud sama itu adal kulitnya, mukanya, kayanya, baiknya atau jahatnya? Kalau itu yang dimaksud, maka apakah pilihan tidak setuju bisa dianggap berwawasan kebangsaan?,” ungkap wanita yang merupakan bagian dari Gusdurian itu.

Di sesi esai ini, dia melanjutkan, peserta diminta untuk memberikan pandangan terhadap kurang lebih 11 pertanyaan. Dari mulai yang ringan sampai yang serius. Mulai dari prestasi selama bekerja, tokoh yang mempengaruhi hidup, sampe pandangan tentang FPI, HTI, paham komunis, dan lainnya.

“Setelah mengisi esai, saya diminta untuk tanda tangan pernyataan bahwa jawaban tsb adl sebenar-benarnya pandangan dan jawaban saya yg bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kemudian, pada tanggal 25 Maret dirinya kembali mengikuti TWK. Dalam tes wawancara ini, dia kembali mendapat pertanyaan yang janggal. Yang tidak mempunyai hubungannya dengan pekerjaannya di KPK.

“Awalnya saya ditanya berapa lama bekerja, dan apa saja yg saya lakukan di KPK, apakah ada masalah dengan atasan atau rekan kerja? Kemudian ditanya implementasi pancasila dalam keseharian seperti apa?” ucapnya.

“Setelah itu ditanya apakah mengucapkan selamat hari raya pada agama lain? Kalau datang di acara perayaan umat lain bagaimana? Terus kalau ada keturunan ekstapol menduduki jabatan publik yang strategis, bagaimana menurut anda?” sambungnya.

Bagikan berita ini:
10
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar