Gagal Juara Piala FA, Legenda Arsenal “Kompori” Chelsea, Tuchel Protes, Rodgers: Luar Biasa

Minggu, 16 Mei 2021 16:20

Perayaan juara Brendan Rodgers dan anak asuhnya. (Foto: Getty Images via BBC Live)

FAJAR.CO.ID, LONDON—Leicester City juara Piala FA dengan mengalahkan Chelsea berkat gol tunggal Youri Tielemans di menit ke-63. Manajer Chelsea, Thomas Tuchel memprotes VAR dan gol Leicester, sementara Brendan Rodgers merayakan sukses anak asuhnya dengan suka cita.

Tuchel mengeritik gol bunuh diri Wes Morgan di menit ke-90+1. Gol itu bermula dari kesalahan Caglar Soyuncu. Wasit menganulir gol tersebut setelah Ben Chilwell dinyatakan offside.

“Kami kecewa dan tidak marah dengan penampilan kami dari para pemain. Saya pikir performa kami cukup untuk memenangkannya. Saya pikir hari ini kami tidak beruntung dan kami tidak pernah menyembunyikan bahwa kami perlu memiliki itu untuk menang di level ini. Anda membutuhkan momentum, pengambilan keputusan, detail-detail kecil, wasit,” tegasnya.

Tuchel mengkritik penggunaan VAR yang menurutnya sangat menentukan pertandingan. Selain itu, ia tak suka keputusan untuk gol Leicester. Bola tampaknya membelok dari kaki Ayoze Perez dan mengenai lengannya.

“Para pemain langsung mengatakan itu handball.  Jadi sekarang untuk pertandingan kedua berturut-turut ada handball melawan kami, dan VAR tidak dipakai. Melawan Arsenal ada satu yang dipertaruhkan, dan lagi hari ini, dan mereka sangat menentukan,” tegasnya dikutip dari BBC Live.

“Saya bukan ahli handball, saya tidak tahu kapan itu dianggap handball atau tidak. Saya tidak tahu lagi kapan mereka perlu menghukumnya atau tidak apa-apa bermain dengan tangan. Kami tidak beruntung hari ini. Tapi tidak pernah ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan trofi,” lanjutnya.

Manajer Leicester City Brendan Rodgers berbicara kepada BBC Radio 5 Live sementara itu mengaku sangat bahagia. “Sungguh perasaan yang luar biasa, khususnya sebagai pelatih Inggris. Saya telah tumbuh dengan menonton ini sepanjang hidup saya dan akhirnya berada di sini dan menjadi pemenang di Piala FA adalah hal yang istimewa,” katanya.

Ia menganggap sukses ini melebih ekspektasi. “Anda dibayar untuk mengembangkan pemain dan menang. Keberhasilan untuk klub seperti Leicester adalah berjuang dan berada di atas sana dan kompetitif. Jika kami bisa memenangkan trofi, itu adalah bonus besar,” ujarnya.

“Kenyataannya adalah ada tim lain yang bisa memberikan anggaran jauh melebihi kami di Leicester City. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bersaing dan melawannya,” lanjut mantan pelatih Liverpool tersebut.

Persiapan dan taktik menurut Brodgers menjadi penentu kemenangan mereka. “Saya tahu kami telah mempersiapkan diri dengan sangat baik. Para pemain telah menunjukkan sepanjang musim mereka bisa bertarung, memiliki kualitas dan memiliki keinginan untuk menang. Kami bermain melawan final Liga Champions, dengan kualitas dan level yang mereka miliki. Tapi saya pikir secara taktis kami brilian,” tuturnya.

Ian Wright, mantan striker Arsenal di BBC One sementara itu mengakui kekalahan Chelsea ini menyakitkan. “Masalah dengan panggilan VAR adalah kami telah melihatnya sepanjang musim. Ini sangat tipis dan sangat sulit untuk diterima. Saya akan hancur jika saya kalah di final piala karena keputusan setipis ini, tetapi kami sudah terbiasa,” katanya menyinggung offside Chilwell yang memang tidak akan ketahuan tanpa VAR. (amr)

Bagikan berita ini:
4
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar