Menyoal Pembangunan Sulsel, Sejumlah Tokoh Berdiskusi

Minggu, 16 Mei 2021 11:32

Sejumlah politisi, akademisi, praktisi hukum, LSM, dan media.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah pada Jumat malam, 26 Februari 2021, lalu.

Buah penangkapan itu tak hanya menyeret sejumlah nama yang terlibat dalam kasus tersebut, melainkan membuat sejumlah proyek pembangunan di Sulsel terancam mandek.

Hal tersebutlah yang jadi kegelisahan sejumlah tokoh politik dan pegiat pemerintahan Sulsel. Melalui sebuah forum diskusi, sejumlah tokoh meminta Pemerintah untuk kembali menggiatkan pembangunan yang tertunda selepas adanya kasus hukum yang menjerat NA.

“Jadi kegelisahan saya ini sehingga membuat kegiatan ini adalah banyaknya agenda-agenda pembangunan yang mandek di Sulawesi selatan,” ujar Nasran Mone inisiator kegiatan ini.

Selain itu kebijakan-kebijakan pemerintah, khususnya di kota Makassar yang terkesan membuat gaduh menjadi topik hangat diskusi ini. Pemerintah kota Makassar dianggap tidak jelas dalam mengarahkan program mereka.

“Selain itu banyaknya kegaduhan di Kota Makassar ini yang seakan-akan tidak jelas mau dibawa kemana pemerintahan ini, itu yang membuat saya gelisah,” lanjut pria yang akrab disapa cak Mon itu.

Lebih lanjut kata Cak Mon, tidak adanya sinergitas antara pemerintah yang menjadi eksekutif dan dewan selaku legislatif memperkeruh suasana. Olehnya ia meminta adanya sinergitas antara pemerintah dengan legislatif, khususnya pada pembangunan di Sulawesi Selatan.

Bagikan berita ini:
10
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar