Pantai Ancol Bak Lautan Manusia, Gus Ami Kritik Kebijakan Plin Plan Pemerintah

Minggu, 16 Mei 2021 09:13

Pengunjung mengantre di depan pintu masuk Ancol. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pantai Ancol seketika berubah menjadi lautan manusia pada libur lebaran, Jumat 14 Mei kemarin. Kisaran 39.000 pengunjung membeludak di destinasi wisata kebanggan warga ibukota tersebut.

Fenomena ini disinyalir sebagai buah dari kebijakan pelarangan mudik namun tempat wisata tetap diizinkan buka. Kerumunan wisatawan di Ancol dikhawatirkan bakal memicu terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Seperti layaknya yang terjadi di India beberapa waktu lalu. Tsunami Covid-19 menerjang akibat dari tidak patuhnya warga terhadap protokol kesehatan.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar, meminta Pemprov DKI lebih bijak dalam membuat sebuah kebijakan. Menurutnya, kebijakan membuka Pantai Ancol, jelas menimbulkan kerumunan yang sulit dikendalikan.

“Bagaimana orang mandi di pantai bisa menerapkan protokol kesehatan? Pakai masker juga tidak mungkin. Mau jaga jarak juga bagaimana caranya? Lihat saja berbagai gambar kerumunan yang terjadi di Ancol pada Jumat kemarin,” ujar Gus AMI, sapaan akrabnya, Minggu (16/5/2021).

Ketua Tim Pengawasan Penanganan Bencana Covid-19 DPR ini meminta agar Pemprov DKI yang dikomandoi Anies Baswedan tidak membuat standar ganda dalam sebuah kebijakan.

Di satu sisi ziarah kubur yang menjadi ritual umat muslim saat Lebaran dilarang dengan alasan mencegah penularan Covid-19 karena terjadi kerumunan massa, namun di sisi lain wisata Ancol dibuka.

Bagikan berita ini:
1
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar