Akses ke Wisata Malino Tak Dilarang, Hanya Dibatasi

Senin, 17 Mei 2021 11:25

Hutan Pinus Rita Malompoa Bissoloro. Edy Arsyad

FAJAR.CO.ID, GOWA — Sejumlah destinasi wisata favorit di Sulsel menjadi tujuan kunjungan usai Lebaran. Namun, pemeriksaan dan penjagaan ketat diterapkan untuk membatasi jumlah pengunjung.

Akses menuju kota wisata Malino di Kecamatan Tinggimocong dijaga ketat. Pengunjung yang tidak memiliki suket bebas Covid-19 tak dibiarkan masuk. Harus putar balik.

Petugas gabungan yang berjaga memeriksa identitas setiap pengendara yang hendak lewat. Bagi pemilik KTP Kecamatan Tinggimoncong, Tombolopao, dan Parigi diperbolehkan lewat. Diluar itu, harus memiliki surat keterangan (suket) bebas Covid-19.

“(Pengetatan) untuk membatasi seluruh pengunjung agar tidak melebihi dari 50 persen kapasitas hotel, resto, dan kawasan objek wisata Malino. Pemeriksaan berlangsung ketat. Sudah banyak yang diminta putar balik karena tidak memiliki suket bebas Covid-19,” kata Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhlyh usai memeriksa identitas pengunjung yang hendak berwisata di kawasan Hutan Pinus Malino, Minggu, 16 Mei.

Penjagaan ketat diakuinya dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19. “Jadi tidak ada larangan berwisata. Cuma perlu dibatasi untuk penerapan protokol kesehatan. Jangan sampai penyebaran Covid-19 membeludak lagi,” bebernya.

Untuk rapid test antigen, petugas melakukan secara acak terhadap para pengunjung. “Kemarin paling ramai. Ada yang lupa pakai masker, kita rapid antigen. Bahkan jumlah pengunjung sudah over. Makanya banyak pengunjung diminta putar balik,” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
5
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar