Dihajar Double Blow, Bitcoin Dkk Tumbang Pekan Ini

Senin, 17 Mei 2021 11:40

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID — Harga mata uang kripto ambrol pada perdagangan minggu ini setelah muncul 2 sentimen negatif beruntun dalam sepekan. Elon Musk, yang sebelumnya sering menyebabkan harga mata uang kripto melesat kali ini kicauan akun Twitternya malah membuat harga bitcoin dkk nyungsep.

Tercatat dari 6 mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar paling jumbo dan transaksi paling likuid yang dipantau mayoritas berada di zona merah pekan ini. Simak gerak harga mata uang kripto pekan ini.

Bitcoin, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini ambrol lebih dari 17,37% pekan ini ke level harga US$ 47.889/BTC. Mata uang kripto yang sempat dicuit Elon Musk ini terpaksa meninggalkan level US$ 50.000/BTC dan menjadi koreksi terparah di antara mata uang kripto lain pekan ini.

Ethereum yang menduduki peringkat kapitalisasi pasar terbesar kedua juga jeblok nyaris 3,1% ke US$ 3.785/ETH. Dogecoin, mata uang kripto favorit Elon Musk juga ambrol parah 7,10% di level harga US$ 0,53/DOGE. Meskipun tumbang, sejatinya DOGE berhasil rebound dan memangkas koreksi setelah sebelumnya sempat ambruk ke level US$ 0,30an per keping.

Selanjutnya mata uang Binance Coin yang menduduki posisi kapitalisasi pasar ketiga juga ambruk 12,99% ke level harga US$ 576/BNB.

Tercatat apresiasi hanya dibukukan oleh mata uang pesaing Ethereum yakni Cardano yang sukses terbang tinggi 27,68% pekan ini ke level US$ 2,26/ADA. Sedangkan untuk mata uang kripto Ripple juga berhasil diperdagangkan terapresiasi 3,26% dan diperdagangkan di kisaran US$ 1,58/XRP

Sebelumnya, Elon Musk melalui akun Twitternya mengatakan akan menghentikan penggunaan bitcoin dalam pembelian mobil Tesla. Alasannya, penambangan bitcoin memicu peningkatan penggunaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan.

“Tesla telah menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin. Kami prihatin dengan peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apa pun,” kicau Elon Musk.

Meski demikian, dalam kicauan tersebut pendiri perusahaan SpaceX ini juga menegaskan mata uang kripto merupakan ide yang bagus dan menjanjikan di masa depan, dan Tesla tidak akan menjual bitcoin yang dimiliki. Tesla juga akan kembali menerima pembayaran dengan bitcoin ketika penambangannya menggunakan energi yang ramah lingkungan.

Seperti diketahui Selain itu Tesla juga menerima bitcoin sebagai alat pembayaran, sontak hal tersebut membuat harga bitcoin meroket, dan mengerek mata uang kripto lainnya.

Kenaikan tajam bitoin membuat nilai investasi Tesla naik menjadi US$ 2,5 miliar di akhir Maret lalu, berdasarkan laporan keuangannya. Tesla juga dilaporkan menjual sebagian bitcoinnya dan mencetak laba US$ 101 juta di kuartal I-2021.

Selain sentimen negatif cuitan Elon Musk, Binance Holding Ltd, bursa mata uang kripto terbesar di dunia juga membawa kabar buruk.

Binance Holding Ltd saat ini sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan Internal Revenue Service akibat diduga melakukan pencucian uang dan pelanggaran pajak.

Alhasil mata uang kripto binance hari pada Jumat (14/5/2021) pagi penurunannya paling besar, lebih dari 6%.

Sebuah perusahaan forensik yakni Chainalysis Inc menemukan bahwa pada tahun lalu, transaksi yang dilakukan di Binance lebih banyak terkait dengan aktivitas kriminal dibandingkan dengan pertukaran uang kripto.

“Kami menjalankan kewajiban hukum kami dengan sangat serius dan terlibat dengan regulator dan penegak hukum secara kolaboratif,” ujar juru bicara Binance Jessica Jung yang dikutip dari Reuters yang mengutip pemberitaan Bloomberg, Kamis (13/5/2021).

Selain itu, ia juga mengatakan perusahaannya tidak akan memberikan komentar apapun terhadap pernyataan dari berbagai pihak.

“Kami telah bekerja keras untuk membangun program kepatuhan yang kuat yang menggabungkan prinsip dan alat anti pencucian uang yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk mendeteksi dan menangani aktivitas yang mencurigakan,” kata dia.

Pasar mata uang kripto yang kerap digunakan oleh penjahat atau pun melakukan kejahatan memang masih menjadi sorotan utama.

Coindesk yang mendapat data dari perusahaan analitik Coinfirm, melaporkan sepanjang tahun 2020 nilai kriminalitas di mata uang kripto mencapai US$ 10,5 miliar.

Dari total tersebut, 67,8% merupakan kasus penggelapan dan penipuan. Sementara kejahatan di urutan kedua yakni di pasar gelap serta perdagangan narkoba sebesar 18,4%. Selain itu ada juga digunakan untuk pendanaan terorisme meski nilainya kurang dari 0,1%. (jpg/cnbc)

Bagikan berita ini:
4
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar