Indonesia-IMF Perpanjang Kerjasama, Rizal Ramli Ungkit Krisis Yunani

Senin, 17 Mei 2021 15:00

Ekonom Rizal Ramli-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia (IMF) telah menyetujui Kerangka Kerja Kemitraan (Country Partnership Framework/CPF) dengan Indonesia yang baru untuk periode 2021-2025.

Perpanjangan kerjasama selama lima tahun ini untuk meningkatkan upaya pemulihan perekonomian akibat Covid-19 serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di masa yang akan datang.

Ekonom senior, Rizal Ramli pun memberikan kritik atas kerjasama pemerintah dengan IMF. Dia bahkan memberikan contoh apa yang telah terjadi di Yunani, setelah bekerjasama dengan IMF.

“Yunani 3x harus ikuti IMF, utang semakin tinggi, rakyatnya makin miskin, pelabuhan laut dan aset2 dibeli China, akhirnya Perdana Mentrinya, Alexis Tsipras, saya pernah ketemu, jatuh — barulah Yunani pelahan pulih,” kata Rizal dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Senin (17/5/2021).

Menurut mantan Menko Perekonomian itu, masih banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk keluar dari kriris akibat pandemi Covid-19. Tanpa harus tergantung pada IMF.

“Masih banyak cara kreatif dan out-the-box untuk keluar dari krisis dengan cepat. Mereka tidak kreatif dan ndableg, hanya bisa bikin susah rakyat..,” ungkapnya.

Serupa dengan Rizal Ramli, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar juga meminta pemerintah untuk belajar dari sejarah. Terutama dari kasus krisis tahun 1998.

“Mengapa tidak belajar dari sejarah? Hancurnya ekonomi Indonesia tahun 1998 karena mengikuti nasihat Bank Dunia. Rizal Ramli benar,” ungkapnya.(msn/fajar)

Bagikan berita ini:
4
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar