Pengamat Bongkar Skenario Novel Baswedan

Senin, 17 Mei 2021 14:54

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (Miftahulhayat/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pengamat komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing bongkar skenario Novel Baswedan yang tengah mamainkan isu terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai mematikan KPK.

“Menarik. (Disebut) upaya terakhir mematikan KPK. Berarti ada rangkaian yang panjang dan sampai ini lah terakhir. Kalau ini yang terakhir, berarti KPK mati dong. Ini menurut saya pandangan berlebihan,” ujar Emrus dalam keterangannya, Minggu (16/5).

Menurut Emrus, mati tidaknya sebuah lembaga bukan perkara yang mudah. Secara administrasi, kematian itu ditandai dengan kesepakatan antara pemerintah dan wakil rakyat yang ada di DPR untuk membuat UU yang membubarkan KPK.

“Tetapi kalau TWK sebagai upaya mematikan, itu berlebihan. Atau hiperbola. Jadi, kawan kita yang buat Twitter ini (Novel) telah menghiperbola masalah,” bebernya.

Lebih lanjut, Emrus meminta kepada 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat (TMS) saat TWK untuk menempuh jalur hukum jika merasa ada yang menyalahi aturan UU. Di mana dalam 75 nama pegawai yang TMS itu disebut-sebut bahwa Novel Baswedan menjadi salah satu di dalamnya.

“Kalau mereka mengedepankan wacana, ini namanya lebih cenderung mereka sebagai seorang aktor politik yang melakukan politik praktis,” pungkas Emrus. (genpi)

Bagikan berita ini:
4
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar