Pro Kontra Vaksinasi Gotong Royong, Plt Gubernur: Harus Tunggu Laporan

Senin, 17 Mei 2021 19:48

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (Foto SelfiFajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program Vaksinasi Gotong Royong yang dibebankan kepada pihak swasta, hingga saat ini masih mejadi polemik.

Pasalnya, harga yang dipatok dinilai sulit untuk bisa dijangkau oleh beberapa kalangan, utamanya pelaku usaha di segmen mikro, kecil, dan menengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, untuk di Sulsel, pihaknya sementara menunggu laporan hasil kajian program tersebut.

Kendati demikian, kata Sudirman, program ini pada dasarnya untuk mempercepat vaksinasi di Indonesia. Karena ketika hanya pemerintah yang diharapkan, vaksinasi bisa saja berlangsung lama.

“Saya harus tunggu laporan. Pogram pemerintah itu dalam rangka percepatan vaksin. Karena kalau semuanya pemerintah yang lakukan itu nanti akan capaian target bisa saja 10 tahun ke depan. Terus siapa yang mau memakai masker 10 tahun,” katanya, di Kantor Gubernur, Senin, (17/5/2021).

Lebih lanjut kata dia, mesti ada kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta. Soal harga kata Sudirman, itu bisa lebih dikaji nanti. “Inilah salah satu targetnya percepatan. Kalau masalah harga nanti,” tekannya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari menyebutkan, pihak swasta lah nantinya yang bakal menjadi pelaksana. Pihak pemerintah hanya memantau prosesnya.

“Diluar Dinas Kesehatan. Swasta yang terlibat dalam vaksin gotong royong, dan dipantau langsung oleh pusat. Kita cuma memantau saja,” jelas Ichsan.

Bagikan berita ini:
9
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar