1,5 Juta Orang Mudik, Jokowi Bilang Seperti Ini

Selasa, 18 Mei 2021 20:44

Calon penumpang bersiap menaiki bus antarkota di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Jelang Natal...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pada masa libur Lebaran 2021, Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya memperoleh data bahwa sebanyak 1,5 juta orang tetap melakukan mudik. Yakni pada kurun waktu 6-17 Mei. Padahal pemerintah secara tegas telah mengeluarkan aturan larangan mudik.

Jika dikonversi, angka tersebut setara dengan 1,1 persen jumlah penduduk Indonesia. Untuk diketahui, sebelum adanya kebijakan peniadaan mudik, sebesar 33 persen masyarakat menyatakan niat untuk mudik ke kampung halaman pada saat Lebaran.

Sementara setelah dilakukan sosialisasi luas, angka tersebut turun menjadi 7 persen. Angka tersebut mampu ditekan lebih jauh menjadi 1,1 persen melalui penegakan kebijakan peniadaan mudik di lapangan beberapa waktu lalu.

“Memang 1,1 persen kelihatannya kecil sekali, tetapi kalau dijumlah ternyata masih besar, 1,5 juta orang yang masih mudik. Kita harus upayakan agar potensi peningkatan kasus aktif tidak terjadi sebesar tahun-tahun sebelumnya,” kata Jokowi, Selasa (18/5).

Peningkatan kasus penularan Covid-19 yang terjadi selepas masa libur panjang dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjadi sebuah pengalaman bagi seluruh pihak untuk menjaga kewaspadaan.

Jokowi meminta seluruh jajaran di daerah untuk memantau sejumlah parameter penanganan pandemi secara berkala untuk dapat segera mengambil langkah taktis yang cepat dan tepat dalam mengantisipasi peningkatan kasus di daerah.

“Saya minta gubernur, bupati, wali kota, danrem, dandim, kapolda, kapolres, kejati, kejari, seluruh sekda dan asisten semuanya harus tahu angka-angka (parameter) seperti ini di setiap daerahnya sehingga tahu apa yang harus dilakukan,” terangnya. (fin)

Bagikan berita ini:
9
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar