ICW Ungkap Upaya Peretasan pada Aktivis Antikorupsi

Selasa, 18 Mei 2021 16:44

FOTO: RIZKY AGUSTIAN/FINDESAK TINGKATKAN KE TAHAP PENYIDIKAN: Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana (tengah) dalam diskusi di K...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengalami upaya peretasan saat melaksanakan konferensi pers daring bersama delapan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (17/5).

Upaya peretasan dialami oleh anggota ICW hingga para mantan pimpinan KPK yang jadi pembicara dalam konferensi pers menyikapi upaya pemberhentian 75 pegawai KPK melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) tersebut.

Pembicara yang hadir dalam ruangan zoom yakni enam mantan pimpinan KPK yakni Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, Saut Situmorang, Moch Jasin, Bambang Widjijanto, dan Agus Rahardjo.

Sementara itu peneliti ICW yang hadir yakni Nisa Zonzoa, Kurnia Ramadhana, dan Tamima.

Peneliti ICW Wana Alamsyah mengungkapkan sepanjang jalannya konferensi pers, setidaknya ada sembilan pola peretasan atau gangguan yang dialami.

Pertama, menggunakan nama para pembicara untuk masuk ke media zoom. Kedua, menggunakan nama para staf ICW untuk masuk ke media zoom.

Ketiga, menunjukkan foto dan video porno di dalam ruangan zoom. Keempat, mematikan mic dan video para pembicara.

“Kelima, membajak akun ojek online Nisa Rizkiah puluhan kali guna menganggu konsentrasinya sebagai moderator acara. Keenam, mengambil alih akun whatsapp kurang lebih 8 orang staf ICW,” kata Wana dalam keterangannya, Selasa (18/5).

Ketujuh, lanjut Wana, beberapa orang yang nomor WhatsApp-nya diretas sempat mendapatkan telepon masuk menggunakan nomor luar negeri (Amerika Serikat) dan juga puluhan kali dari nomor asal provider Telkomsel.

Bagikan berita ini:
2
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar