Jokowi Akhirnya Bersikap, Tutup Peluang Pimpinan KPK Berhentikan 75 Pegawainya

Selasa, 18 Mei 2021 13:35

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Sekretariat Presiden/Youtube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai, pernyataan Presiden Jokowi terkait 75 pegawai KPK seperti memberikan harapan untuk menguatkan lembaga antirasuah tersebut.

“Memberi sebersit harapan mengembalikan kedigdayaan atau kekuatan KPK memberantas korupsi,” ujarnya kepada PojokSatu.id di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

“KPK yang sempat dinilai harus diawasi untuk tidak korupsi, diharapkan akan kembali menjadi lembaga yang benar-benar mengawasi korupsi,” lanjutnya.

Jamiluddin juga menilai, pernyataan orang nomor satu di Indonesia tersebut jadi kabar gembira bagi 75 pegawai KPK yang terancam diberhentikan, termasuk Novel Baswedan.

Sebab, Pimpinan KPK, Firli Bahuri pasti akan mempertimbangkan hasil TWK itu karena langsung diperintahkan Presiden Jokowi.

“Pernyataan Jokowi setidaknya dapat memberi kepastian 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lulus TWK. Sekaligus dapat menutup peluang keinginan Pimpinan KPK untuk memberhentikan 75 karyawan KPK,” pungkas Jamiluddin.

Pembelaan Jokowi

Senada, pengamat politik Emrus Sihombing menilai, pernyataan Presiden Jokowi itu secara tidak langsung sudah membela 75 pegawai KPK.

“Pernyataan Presiden Jokowi sangat bijak karena tidak menjadikan TWK bahan dasar menonaktifkan 75 pegawai KPK, itu patut dipuji,” ujarnya kepad PojokSatu.id, Selasa (18/5/2021).

“Jokowi berpandangan bahwa hasil tes TWK tidak bisa dijadikan dasar untuk memberhentikan puluhan pegawai lembaga antirusuah itu, ini sangat bagus untuk dijadikan pertimbangan oleh KPK,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
9
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar