Jokowi Angkat Suara, Demokrat: Penyelamat KPK di Injury Time

Selasa, 18 Mei 2021 07:03

Ketua Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra (mufit)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan status ASN pegawai KPK.

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menjelaskan meski sikap presiden terlambat. Namun dengan adanya pernyataan tersebut bisa menjadi solusi atas nasib Novel Baswedan dkk.

*Penyelamat @KPK_RI di injury time. Setelah blunder berkali-kali, langkah Presiden @jokowi kali ini menunjukkan keberpihakannya kepada pemberantasan korupsi,” katanya dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Selasa (18/5/2021).

Herzaky menyebutkan perjuangan pemberantasan korupsi di Indonesia belum selesai. Dengan arahan Presiden Jokowi itu, dia berharap 75 pegawai KPK bisa tetap mengabdikan diri di lembaga antirasuah itu.

“Meski belum tuntas, minimal ada nafas tambahan buat perjuangan antikorupsi. #KPK,” sebutnya.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan alih status pegawai KPK sebagai ASN diniatkan agar semangat pemberantasan korupsi lebih baik. Perihal kontroversi tes wawasan kebangsaan atau TWK, Jokowi meminta hal itu tidak untuk pemberhentian para pegawai KPK.

“Hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK dan tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes,” ucap Jokowi.

Bagikan berita ini:
7
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar