Kabar Mafia Alutsista, Mantan Sekjen Kemenhan Bilang Begini

Selasa, 18 Mei 2021 13:42

ILUSTRASI: Menhan Prabowo Subianto menjajal senjata buatan PT Pindad di Bandung, Jawa Barat. (Kementarian Pertahanan for...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Saat ini kabar mafia alat utama sistem senjata (Alutsista) makin santer terdengar. Sebelumnya, Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menyebut inisial mafia tersebut.

“Sebut saja Mister M,” jelas Connie dalam keterangannya, Senin (26/4).

Connie membeberkan kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan terkait pesawat tempur. Kerja sama itu ialah Korean Fighter Xperiment (KFX) dan Indonesia Fighter Xperiment (IFX). Namun, pembuat pesawat tempur itu sulit untuk direalisasikan.

“Mundur dari 2009. Ada dokumen, enggak bisa bohong. Saya menentang karena enggak masuk akal,” bebernya.

Pasalnya, Indonesia hanya punya hak 20 persen atas teknologi dari hasil kerja sama tersebut. Belum lagi proyek itu selesai diperkirakan memakan waktu 18 tahun.

Tak hanya pada persoalan pesawat saja, namun Mr M kembali mencuat sebagai mafia alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemhan) Merespons hal tersebut, Marsdya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja turut mengomentari dugaan mafia alutsista di Kemenhan.

Menurut dia, memang ada beberapa orang yang memegang kepentingan dalam pengadaan alutsista. Namun, hal tersebut bukan mafia, melainkan pemegang kekuasaan. “Ada yang menyebut si M itu mafia alutsista, tapi menurut saya itu ialah penentu kebijakan,” jelas Hadiyan di YouTube Kanal Anak Bangsa, beberapa waktu lalu.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhan itu menilai, pengadaan alutsista kerap mandek karena tidak sesuai dengan keinginan pengguna. Menurutnya, para pengguna sudah menentukan konsep yang akan digunakan untuk memperkuat alat tempur.

Bagikan berita ini:
3
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar