Pascalibur Lebaran, Permintaan Tes Covid-19 Meningkat hingga Tiga Kali Lipat

Selasa, 18 Mei 2021 17:19

ILUSTRASI. Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir bertambah 1.462 orang. Sehingga jumlah tot...

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Permintaan berbagai tes Covid-19 meningkat pascalibur Lebaran. Para pemberi kerja meminta agar pekerja yang telah melakukan perjalanan itu menyerahkan hasil tes tersebut. Mulai asisten rumah tangga hingga pekerja kantoran. Peningkatan hingga tiga kali lipat itu terlihat di National Hospital Senin (17/5).

CEO National Hospital Adj Prof dr Hananiel Prakasya Widjaya mengatakan, kenaikan sebenarnya terasa sejak Sabtu (15/5). Pada tes usap PCR, kenaikannya mencapai 50 persen dari normal. Angka kisaran harian sekitar 40 orang menjadi lebih dari 60 orang.

Fasilitas tes Covid-19 dibuka selama 24 jam, harapannya kasus baru lebih mudah terjaring. ”Mempermudah akses tes Covid-19 ini bentuk strategi utama menangani lonjakan kasus,” ujar Hans, sapaan Hananiel Prakasya Widjaya, kemarin.

Beberapa hari kemarin penambahan kasus nasional hanya 2.000–3.000 kasus. Hans mengatakan, rendahnya angka tersebut bisa jadi karena kasus turun atau fasilitas tes Covid-19 banyak yang tutup. ”Ternyata memang hanya 25 persen yang buka, jadi kita tidak bisa senang kalau penambahan kasus itu rendah,” sambungnya.

Selain mempermudah akses tes, pihaknya masih mengoperasikan IGD khusus suspek dan kasus terkonfirmasi Covid-19. Setidaknya, empat bed sudah disiapkan untuk pertolongan pertama. ”Sedangkan, kamar isolasi rawat inap juga sudah ditambah hingga 120 bed,” urainya.

Pihaknya mengalokasikan dua lantai khusus untuk ruang isolasi agar tak tercampur dengan kamar kasus lain. Sementara itu, kamar high care unit (HCU) untuk Covid-19 juga ditambah dari empat kamar menjadi tujuh kamar. Dengan masing-masing ruangan sudah dilengkapi ventilator.

”Ya tentu kita berharap sekali supaya tidak sampai ada lonjakan ya,” sambungnya saat ditemui di peluncuran Signature Suite kemarin.

Persiapan tersebut juga didukung dengan kehadiran tenaga medis yang stand by terus karena mereka memang menghindari mudik sejak awal. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
6
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar