Pemilik Lahan Borong Mobil Mewah

Selasa, 18 Mei 2021 14:52

Terima Ganti Rugi, Borong Mobil Mewah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Ganti rugi lahan pembangunan Bendungan Pamukkulu Takalar telah dibayarkan. Nilainya mencapai Rp103 miliar.

Para pemilik lahan pun ramai-ramai membeli mobil baru. Tidak sedikit memilih mobil mewah. Tunggangan sepeda motor baru, lebih banyak lagi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Takalar, Muhammad Naim mengatakan, ganti rugi lahan Bendungan Pamukkulu telah dibayarkan. Sebelum lebaran Idulfitri lalu, ada 460 pemilik lahan telah menerima ganti rugi. “Senilai Rp103 miliar,” bebernya, Senin, 17 Mei.

Untuk jadwal pembayaran ganti rugi selanjutnya, Naim mengaku masih menunggu proses pencairan dari Lembaga Manajemen Aset Negara atau LMAN.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid mengaku bahagia, karena pembayaran ganti rugi lahan Bendungan Pamukkulu sudah dilakukan. Meski belum semuanya terbayar.”Baru sedikit yang dibayar. Tetapi akan terus berproses. Setidaknya warga sudah menikmati hasilnya,” kata Adenan Rasyid, kemarin.

Mobil Mewah

Pemilik lahan yang terkena dampak pembebasan proyek Bendungan Pamukkulu mendadak mendapat rezeki nomplok. Bahkan, warga menyebut bukan lagi ganti rugi, tetapi ganti untung.

Uang senilai Rp103 miliar langsung terbagi ke semua pemilik lahan. Ada yang mendapat Rp1 miliar hingga Rp5 miliar.Murni Artati salah seorang pemilik lagan yang mendapat ganti rugi pembebasan lahan proyek irigasi itu. Lahan miliknya seluas satu hektare lebih yang terdiri atas sawah dan kebun dihargai Rp1,5 miliar.

Diakuinya, harga jual tanah memang rendah. Hanya sekitar Rp80 juta. Namun, perhitungan tanaman di atas lahan miliknya yang besar. Untuk pepohonan seperti jagung dan kelapa yang masuk area kebun saja, nilai penggantiannya mencapai Rp300 juta. Belum termasuk padi yang nilainya lebih besar.

“Sekarang warga ramai-ramai siap bebaskan tanahnya. Ini bukan lagi ganti rugi, tetapi ganti untung. Saya saja, dapat Rp1,5 miliar. Bahkan ada yang lebih besar. Adikku dapat hampir Rp5 miliar,” bebernya kepada FAJAR, kemarin.

Lahannya berada di Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar. Lokasi proyek Bendungan Pamukkulu. Kata Murni, ada 300 warga yang mendapat ganti rugi lahan saat pembayaran baru-baru ini.Usai menerima rezeki nomplok Rp1,5 miliar, ibu tiga anak ini langsung membeli mobil impiannya. “Saya beli mobil Mercy di salah satu dealer di Jl Pettarani Makassar, minggu lalu,” ungkap perempuan yang berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak di Pattalassang ini.

Murni mengungkapkan, ada sekitar 30 warga yang langsung membeli mobil baru berbagai merek dan tipe.Itu belum termasuk sepeda motor yang jumlahnya mencapai 50 unit. “Sepeda motor baru lebih banyak lagi. Makanya disini banyak yang pakai kendaraan baru. Sepertinya satu desa yang dapat ganti ganti untung. Baru nilainya tidak sedikit,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika lahan miliknya dijual ke orang lain, mungkin nilainya tak akan besar. “Ada yang baru-baru jual rumahnya, hanya Rp15 juta di sana. Pas pembeli barunya dapat penggantian pembebasan lahan, nilainya Rp30 juta. Itu baru tanah saja, belum dihitung di atasnya,” tambahnya.

Nikmati Hasil

Pembebasan lahan proyek pembangunan Bendungan Pammukkulu menjadi berkah bagi warga sekitar. Parawansyah, salah satu warga yang sudah menikmati hasilnya.

Dia sudah membeli satu unit mobil Toyota Fortuner. Selain itu, juga membeli satu unit sepeda motor dan sawah seluas 20 are. “Alhamdulillah, cash,” katanya kepada FAJAR, Senin, 17 Mei.

Pembayaran ganti rugi yang diterima, diakuinya belum penuh. Baru setengahnya saja. Dia menerimanya sebelum Lebaran. “Rata-rata yang sudah terima uang memang beli mobil. Ada beli Innova baru dan lainnya,” ungkapnya.Parawansyah enggan membeberkan jumlah nominal yang diterima. Akan tetapi, ia mengaku warga menerima ganti rugi mulai dari Rp1 miliar. “Kalau Rp7 miliar belum. Baru setengah,” imbuhnya.

Tahap Kedua

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Muhammad Ikhsan Hatta mengatakan, baru-baru ini membayarkan hasil pembebasan lahan untuk tahap II Bendungan Pammukkulu.

Pembayaran dilakukan pada 29 April lalu dengan total 447 bidang yang luasnya 186,83 hektare. Anggaran yang dihabiskan untuk pembebasan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mencapai Rp103 miliar lebih.”Ada yang dapat Rp1 miliar, bahkan sampai Rp5 miliar. Memang baru-baru ini banyak yang kami bayarkan. Mereka langsung beli kendaraan baru. Semuanya dari wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara,” bebernya kepada FAJAR, kemarin.

Perhitungan pembebasan lahan, urainya, tak hanya pada luasan tanah saja. Nilai keekonomian yang ada di atas lahan juga diperhitungkan.

Di lokasi tersebut, pihaknya telah membagi lahan berdasarkan tiga kelompok. Yakni, lahan kebun, sawah, dan pekarangan. Khusus untuk lahan kebun, nilai terendahnya Rp18 ribu per meter. Termahal yakni pekarangan dengan nilai tertinggi Rp120 ribu per meter.

Itu baru nilai lahan saja. Belum dihitung nilai tanaman di atasnya. “Bisa lebih mahal dari tanahnya. Makanya, ada lahan kebun yang pembebasannya besar. Apalagi kalau yang ditanam itu jati atau pohon lain yang nilai ekonominya tinggi,” jelasnya.

Dia mengakui, ada lahan kebun yang luasnya tak sampai satu hektare. Akan tetapi, nilai pembebasannya lahannya Rp1,8 miliar. Nilai ekonomi tanamannya lebih tinggi. Apalagi jika lahannya sudah luas. Belum lagi, ada satu warga yang punya ber hektare-hektare dan lebih satu bidang.

Ikhsan mengaku, warga saat ini berbondong-bondong meminta pemerintah segera membebaskan lahan. Apalagi, mereka tak lagi menganggapnya sebagai ganti rugi. Melainkan ganti untung.

Sebab, jika lahan di lokasi tersebut dijual ke orang lain, harganya tak mungkin sampai Rp1 miliar. Itupun jika ada yang mau membelinya. Apalagi, lokasinya di perkampungan dan di tepi sungai.

Menurutnya, tak ada warga yang menolak pembebasan lahan, karena proyek bendungan membutuhkan lahan besar. Tak setengah-setengah seperti proyek irigasi atau jalur rel kereta api.

“Pembebasan lahanya dalam jumlah besar. Beda dengan pembebasan jalur kereta api, hanya yang dilalui rel saja dibebaskan. Ganti ruginya juga kecil. Kalau bendungan, kebutuhan lahannya memang banyak,” bebernya.Dia mengatakan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Pamukkulu tetap berlanjut. Untuk pembebasan tahap I, luasanya 100 hektare dengan total 223 bidang. Pembebasan tahap II luasannya 240,76, dengan total 500 bidang. Kemudian tahap III luasnya 130,2 hektare dengan total 488 bidang.

Saat ini, total lahan yang sudah dibebaskan untuk tahap I dan tahap II sebanyak 268,36 hektare atau 628 bidang. Nilainya Rp132 miliar. Pihaknya sudah memulai pembebasan lahan sejak 2019 lalu.Untuk tahap III, pihaknya baru menyiapkan pengukuran. Termasuk untuk lahan 47 hektare yang masuk dalam wilayah Gowa. (*)

Bagikan berita ini:
6
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar