Perbankan Butuh Waktu Berlakukan Program DP 0 Persen untuk KPR

Selasa, 18 Mei 2021 22:40

Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Budi Hanoto, menyampaikan secara keseluruhan, penyaluran kredit triwulan I 2021 tumbuh 0,67 pct yoy, lebih baik dibandingkan triwulan IV 2020 yang tumbuh 0,14 pct yoy.

Pertumbuhan didorong oleh kredit modal kerja yang tumbuh 7,40 pct yoy. Hal ini mengindikasikan perbaikan pada aktivitas dunia usaha (korporasi) di Sulsel.

Adapun kredit konsumsi pada TW I 2021, hanya tumbuh 0,5 pct yoy relatif sama dengan TW IV 2020 yang tercatat sebesar 0,52 pct yoy.

“KPR dan KPA TW I 2021 tumbuh 4,43 pct yoy didominasi KPR tipe 22-70 sebesar Rp12,32 triliun,” jelasnya, Selasa (18/5/2021).

Pihaknya pun menilai sektor perbankan butuh waktu untuk dapat memberlakukan program DP 0 persen untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). BI telah mengeluarkan regulasi kredit pemilikan rumah dengan DP 0 persen Februari lalu

“Implementasi KPR DP 0 persen masih dalam tahap persiapan oleh perbankan terutama untuk memitigasi risiko kredit yang mungkin timbul dari aspek repayment capacity agar lebih calculated,” bebernya.

Terlebih saat ini, lanjut Budi, sektor properti masih belum sepenuhnya pulih sebagai dampak pandemi COVID-19 dimana konsumen/investor cenderung memilih untuk menahan diri/wait & see dalam berbelanja dan memilih untuk menyimpan dananya ke perbankan.

Nilai kredit yang besar juga memerlukan level consumer dan investor convidence (keyakinan konsumen dan investor) yang lebih kuat dan stabil di tengah pembatasan sosial, terutama untuk ekosistem rantai pasok bagi kegiatan-kegiatan penopang sektor konstruksi.

Bagikan berita ini:
9
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar