Dugaan Jual Beli Tanda Tangan Senilai Rp2 Juta, Disdik Makassar: Sudah Selesai

Rabu, 19 Mei 2021 19:29

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) tengah jadi sorotan. Pasalnya Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menerima aduan adanya jual beli tanda tangan senilai Rp2 juta.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Disdik Makassar, Amalia Malik, meminta kepada korban untuk melapor langsung kepada Wali Kota mengenai kasus pungli tersebut.

Pasalnya, kata Amalia, dirinya tak tahu menahu soal adanya praktik terlarang itu di Disdik. Jika memang terbukti, setidaknya oknum tersebut bisa diproses.

“Saya berharap guru yang bersangkutan yang melapor (ke Wali Kota Makassar) bisa membuktikan,” kata Amalia, Rabu (19/5/2021).

Amalia menerangkan, isu soal jual beli tanda tangan tersebut bermula saat pihaknya menyampaikan ke guru dan kepala sekolah soal surat edaran dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah ihwal kenaikan pangkat.

“Ada tim independen yang mengevaluasi guru dan kepala sekolah. Pada saat itu pemeriksaan dokumen, kemudian diserahkan ke tim independen yang mempunyai sertifikasi untuk melakukan assessment,” terang Amalia.

Amalia melanjutkan bahwa tim yang menilai mengecek kredit atau poin dari guru. Hal itu untuk memastikan apakah sudah mencukupi atau tidak.

“Memang ada beberapa guru yang mengalami hambatan karena tidak memiliki penelitian dan jurnal sehingga dia membayar jasa orang untuk membuatkan dia,” tuturnya.

Menurutnya, uang Rp2 juta tersebut untuk membayar jasa. Setelah hasil dari tim independen itu keluar melaui berita acara, pihaknya langsung menyerahkan ke BKPSDMD, kemudian diajukan ke KASN.

Bagikan berita ini:
4
8
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar