Jenazah Aisyah Mengering Seperti Diformalin, Diduga Korban Pesugihan

  • Bagikan

Keduanya lantas menemui Haryono (56) dan Budiono (43) yang tidak lain adalah tetangga di dusun tersebut.

Sebab, Haryono dan Budiono dikenal warga sebagai dukun dan biasa menyembuhkan orang sakit.

Dari keterangan Haryono dan Budiono, nakalnya Aisyah itu disebabkan karena kerasukan sosok genderuwo.

Nah, untuk ‘menyembuhkan’ Aisyah, harus dilakukan proses ruqyah.

Akan tetapi, ruqyah yang dilakukan Haryono dan Budiono itu sangat tidak lazim.

Sebab, Aisyah diruqyah dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi.

Akan tetapi, dalam proses ruqyah tersebut Aisyah akhirnya meninggal dunia.

Kepada orang tua Aisyah, kedua dukun tersebut menyatakan bahwa Aisyah sedang tidak sadar.

Itu dikarenakan Aisyah masih dalam pengaruh genderuwo yang selama ini merasuki tubuh bocah perempuan tersebut.

Karena itu, sang dukun berpesan agar menidurkan Aisyah di tempat tidur.

Nantinya, Aisyah akan bangun dengan sendirinya jika memang genderuwo yang merasuki Aisyah sudah benar-benar pergi.

Pesan itu lantas dituruti Marsidi dan Suwarthinah dengan menidurkan anaknya di tempat tidur.

Mayat Aisyah Ditemukan Pada Minggu Malam

Mayat Aisyah ditemukan di rumah orangtuanya di Dusun Paponan, Desa Bejen Kecamatan Bajen, Temanggung, Jawa Tengah, pada Minggu malam (16/5).

“Minggu malam (16/5) pukul 23.30, Polsek Bejen mendapat laporan tentang penemuan mayat di Dusun Paponan. Mayat tersebut perempuan berinisal A umur 7 tahun. Saat ini kami sudah mengamankan empat orang untuk diperiksa,” ujar Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (18/5).

  • Bagikan