Joe Biden Didesak Tunda Penjualan Senjata ke Israel

Rabu, 19 Mei 2021 20:10

Capres-cawapres Partai Demokrat Joe Biden-Kamala Harris menyampaikan pidato politik di The Queen Theater, Wilmington, De...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden didesak tak menjual senjata ke Israel dalam waktu dekat. Jika dilakukan juga maka, Biden dianggap tak peka terhadap kekerasan yang menjadi sorotan dunia.

Desakan tersebut datang dari Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Partai yang membawa Biden menjadi presiden meminta agar penjualan bom senilai USD735 juta atau setara Rp10,5 triliun ke Israel ditunda. Diberitakan Middle East Eye, Rabu (19/5), fraksi Demokrat menggelar rapat virtual membahas rencana penjualan senjata tersebut.

Untuk diketahui, Pemerintah AS telah menyetujui penjualan senjata kendali berpresisi ke Israel dengan nilai kontrak Rp10,5 triliun. Diberitakan Reuters, lampu hijau dari pemerintahan Presiden Joe Biden soal penjualan senjata ke Israel bersumber dari kalangan politisi di Kongres AS.

Namun, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri DPR AS, Gregory Meeks, tidak menyadari rencana penjualan senjata itu. Dikatakannya, pihaknya akan mengirim surat ke Gedung Putih untuk mengajukan penundaan.

Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar mengkritik keras rencana Biden.

“Akan sangat mengerikan bagi Pemerintahan Biden melanjutkan kesepakatan senjata kendali berpresisi USD735 juta ke Netanyahu tanpa syarat setelah meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap warga sipil,” tegasnya dikutip Washington Post.

“Jika berjalan lancar, ini akan dilihat sebagai lampu hijau untuk eskalasi lanjutan dan akan melemahkan setiap upaya untuk menengahi gencatan senjata,” lanjutnya.

Bagikan berita ini:
7
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar