Kemendag Sebut Kunci Pemulihan Ekonomi Terletak Pada Keberhasilan Pengendalian Covid-19

Rabu, 19 Mei 2021 21:02

Suasana vaksinasi kepada buruh dan pekerja di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (4/5/2021). Vaksinasi massal ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyebut kunci pemulihan ekonomi Indonesia terletak pada keberhasilan pengendalian kasus Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi.

“Hasil monitoring juga menunjukkan kepatuhan protokol kesehatan cukup bagus,” ujar Oke Nurwan saat dialog produktif yang diselenggarakan KPCPEN, Rabu (19/5).

Nurwan mengatakan pembelian dalam negeri saat ini mengalami peningkatan. Hal itu bisa terlihat dari penjualan barang yang meningkat melalui pasar daring.

“Kajian marketplace yang dipublikasikan sebelumnya menunjukkan beberapa kategori produk digital, mode, kecantikan, makanan dan minuman, serta perlengkapan rumah tangga banyak mengalami peningkatan,” ujarnya.

Menurut Nurwan, berbagai lembaga keuangan seperti IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkisar pada 4,5-5 persen tahun ini. Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan menyebutkan bahwa pihaknya telah menyurvei kondisi psikologis konsumen tentang pemulihan ekonomi negaranya.

Dari survei itu, konsumen di Indonesia paling optimistis pemulihan ekonomi di negaranya segera terlaksana. Hal ini berbeda dibandingkan konsumen dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

“Dua kali survei menunjukkan bahwa konsumen Indonesia yang paling optimis akan adanya pemulihan ekonomi dalam enam bulan ke depan,” ujar Soeprapto.

Survei pertama IPSOS di periode September 2020 menunjukkan optimisme konsumen di Indonesia berada di angka 75 persen.

Kemudian survei kedua bulan Februari 2021 menunjukkan angka optimisme hingga 76 persen. Soeprapto meyakini, optimisme konsumen di Indonesia tumbuh karena pemerintah memberikan stimulus ekonomi yang tepat selama pandemi.

Bagikan berita ini:
2
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar