Novel Baswedan ‘Disemprit’ Sultan

Rabu, 19 Mei 2021 15:12

novel baswedan

FAJAR.CO.ID — Ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin meminta Novel Baswedan tidak mengaitkan kasus korupsi bansos Covid-19 dengan 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Itu menanggapi pernyataan Novel yang menyebut ada keterkaitan korupsi bansos dengan 75 pegawai KPK yang terancam diberhentikan.

“Kasus korupsi Covid-19 tidak boleh dikaitkan dengan situasi polemik hasil TWK sedang terjadi ditubuh KPK,” ujarnya, Rabu (19/5/2021).

Dirinya menyakini, selama ini lembaga antirasuah tersebut bekerja profesional dalam setiap penanganan kasus-kasus korupsi.

“Saya yakin KPK akan profesional terhadap satuan tugas telah dibentuk di internal KPK khusus dalam mengawasi penggunaan dana bansos di Indonesia,” sambungnya.

Menurut Sultan, Novel Baswedan harus bisa memahami bahwa apapun keberhasilan yang telah dicapai KPK merupakan prestasi kolektif.

“Dari hasil kerja keras seluruh orang yang berada di institusi tersebut,” ucapnya.

“Dan tidak boleh menganggap bahwa KPK hanya dapat menjalankan tugasnya karena faktor kinerja satu dua orang saja,” lanjutnya.

Sultan menyebutkan, semua orang di KPK adalah orang-orang pilihan.

Mereka semua memiliki dedikasi serta integritas terhadap kemajuan Indonesia bebas dari korupsi.

“Jadi, tidak boleh menampilkan citra bahwa KPK itu adalah interpretasi dari suatu personal saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, ada sejumlah nama di 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK berhasil mengungkapkan kasus kuropsi bansos Covid-19.

Bagikan berita ini:
8
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar