Ombudsman Akan Periksa Firli Bahuri Cs

Rabu, 19 Mei 2021 15:51

Ketua KPK Firli Bahuri (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Ombudsman Republik Indonesia Mokh Najih memastikan akan memanggil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pihak terlapor, terkait dugaan maladministrasi tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status peralihan menjadi Aparatur Sipil Negara. Hal ini untuk menindaklanjuti laporan 75 pegawai KPK yang diberikan Surat Keputan (SK) nonaktif.

75 pegawai KPK yang gagal menjadi ASN melaporkan lima pimpinan KPK antara lain, Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar.

“Siapapun yang dilaporkan itu kami punya kewenangan untuk memeriksa,” kata Najih di Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/5).

Najih menuturkan, pihaknya akan terlebih dahulu mendalami laporan dari 75 pegawai KPK. Dia menyebut, belum mengetahui secara rinci laporan yang dilayangkan 75 pegawai KPK.

“Karena kami juga belum tahu ditel dari isi laporan tentang pihak-pihak yang perlu kami periksa. Nanti pemeriksaan selanjutnya akan jadi kewenangan dari keasistenan utama bidang VI,” ucap Najih.

Najih memastikan, pihaknya akan menyelesaikan dugaan maladnistrasi tersebut. Hal ini diharapkan agar bisa diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan kegadugan.

“Bahwa yang kita harapkan masalah ini bisa diselesaikan dengan tidak gaduh, baik semua pihak mendapatkan solusi dalam rangka untuk menungkatkan kualitas pemberantasna korupsi,” tegas Najih.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Sujanarko menyampaikan, ada sejumlah pelanggaran maladministrasi yang dilakukan Pimpinan KPK dalam proses TWK. Terlebih buntut TWK peralihan status ASN itu, 75 pegawai KPK dinonaktifkan oleh pimpinan KPK.

Bagikan berita ini:
8
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar