Penumpang Bayar Rp200 Ribu Tanpa Rapid, ASDP dan Korsatpel Saling Lempar Tanggung Jawab

Rabu, 19 Mei 2021 15:33

General Manager ASDP Pelabuhan Bajoe, Jamaluddin

FAJAR.CO.ID, BONE — KKP Kelas II Kendari Wilayah Kerja Kolaka mengungkap adanya penumpang yang menyebrang dari Pelabuhan Bajoe tanpa Rapid Antigen dengan membayar Rp200 ribu.

Namun, Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bajoe dan Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Pelabuhan Penyebrangan Bajoe tak mengetahuinya. Malah saling lempar tanggungjawab.

Korsatpel Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Achmad mengaku, tak mengetahui hal tersebut. “Saya kurang tau itu. Konfirmasi saja pihak ASDP,” akunya Rabu (19/5/2021).

Sementara General Manager ASDP Pelabuhan Bajoe, Jamaluddin menuturkan, terkait dengan rapid test di validasi oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP). “Silakan dikonfirmasi ke pelayaran. Tapi kalau itu memang betul itu adalah hal yang melanggar aturan,” ucapnya.

Kata dia, kalau pun itu terjadi pasti ditangani oleh tim gugus. Karena yang posko sudah berlapis-lapis. “Kami tidak punya wewenang untuk itu. Kami tidak bisa melarang atau membiarkan. Ini posko, posko terpadu. Saya kurang tau persis, yang jelas disitu ada petugas dari Polres, dan petugas kesehatan,” bebernya.

Jamal menjelaskan, yang memeriksa penumpang naik ke kapal itu tugas pelayaran dibantu oleh petugas keamanan. ASDP membantu, namun bukan punya peranan. Yang punya peranan yang punya kapal.

“Setiap kapal masuk, lain petugasnya kami tidak punya wewenang soal itu. Yang melakukan rapid tes adalah Klinik Bhayangkara sama Kimia Farma. Kami hanya fasilitasi. Tidak ada sepeser pun yang didapat dari situ. Hanya demi kelancaran saja,” ungkap Jamal.

Bagikan berita ini:
8
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar