Praktik Jual Beli Tanda Tangan di Disdik Makassar Bisa Coreng Nama Pendidikan

Rabu, 19 Mei 2021 17:18

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar belakangan ini menjadi sorotan publik. Hal tersebut usai adanya berbagai isu yang menjurus praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Mulai dari Kepala Sekolah (Kepsek) yang diminta untuk membeli foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota oleh oknum Disdik Makassar. Dan terbaru, ada dugaan praktik jual beli tanda tangan yang nilainya mencapai Rp2 juta.

Pengamat Pendidikan, Erwin Akib, memandang bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, kasus tersebut harus dituntaskan secepatnya sebelum citra pendidikan kian tercoreng.

“Harus segera ditindak, kita tunggu tindakan Pemkot untuk melakukan investigasi supaya ditutupi ini persoalan dan tidak menyebar luas,” ujarnya, Rabu (19/05/2021).

Disdik Makassar sebagai instansi pemerintah yang berfokus pada pendidikan SD dan SMP, harus memiliki SDM yang berkualitas. Sebab, perilaku mereka akan memengaruhi stigma guru yang notabene bekerja hanya untuk mendidik bukan mencari untung.

“Ini harus diselidiki lebih jauh. Saya kira tidak boleh terjadi di dunia pendidikan sampai kalangan di bawah tidak boleh, kasihan guru-guru,” ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar ini.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto sebagai pengambil kebijakan, menurut Erwin, harus mengambil langkah tegas terhadap masalah ini. Sekaligus mesti bisa memperbaiki citra pendidikan.

“Ini kan masih diselidiki oleh Pemkot. Kalau ada terbukti, Wali Kota yang punya wewenang. Saya yakin beliau punya langkah strategis,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir mengungkapkan, Mince selaku vendor mengambil kesempatan dengan menjual nama pejabat di Disdik untuk kelancaran usahanya, dengan mengancam kepala sekolah jika tidak membeli akan dimutasi.

“Dia (Mince) berusaha menemui beberapa pejabat di disdik setelah pertemuannya itu dipakai men-judge dirinya bahwa dia mendapat legitimasi,” ungkapnya saat RDP bersama Disdik Kota Makassar di ruang Komisi D, Selasa (18/5/2021).

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil pihak terkait yakni K3S (Kelompok Kerja Kegiatan Kepala Sekolah) dan Mince yang terlibat dalam penjualan foto dan buku mengatasnamakan Disdik.

“Atas nama Komisi D saya berikan waktu Minggu ini juga Mince untuk datang ke Komisi D, secara sukarela menjelaskan persoalan ini apabila tidak, saya akan laporkan ke penyidik untuk diberi sanksi tegas karena telah mengatasnamakan lembaga negara untuk mencari keuntungan secara pribadi,” tegasnya. (zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
5
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar