Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama Mahasiswa UIN

Kamis, 20 Mei 2021 13:17

ILUSTRASI. KPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui telah menerima laporan dugaan korupsi pembangunan asrama mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Laporan itu diterima secara tertulis oleh KPK pada Jumat (7/5) lalu.

“Informasi yang kami terima benar telah diterima oleh KPK,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (20/5).

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini memastikan, akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. KPK akan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan tersebut.

“Verifikasi dan telaahan agar diketahui apakah pengaduan tersebut sesuai ketentuan UU yang berlaku masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK. Apabila menjadi kewenangan KPK tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ali.

Terpisah tim kuasa hukum pelapor, Gufroni menyampaikan, laporan dugaan korupsi pembangunan asrama mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara tertulis telah disampaikan ke KPK. Dia menyebut, laporan itu disertai dengan bukti-bukti tertulis dan daftar saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Dalam laporan dugaan korupsi ke KPK tersebut, sambung Gufroni, disampaikan pembangunan Asrama Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak pernah tercatat dalam Rencana Strategis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017-2021 dan Renstra 2020 – 2024 atau pun tercatat dalam Program Kerja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bahkan tidak pernah tersampaikan dalam forum rapat kerja pimpinan.

Tidak hanya itu, sambung Gufroni, kejanggalan lainnya terkait adanya penggunaan rekening yang berbeda dengan rekening Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia menduga, hal itu keluar tanpa mengikuti prosedur BLU yang sah.

Gufroni mengharapkan, KPK segera melakulan investigasi dengan memanggil pihak pelapor dan beberapa saksi yang diajukan dalam laporan, termasuk memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam Pembangunan Asrama Mahasiwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sementara itu, pihak UIN Jakarta tidak menjawab konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com, konfirmasi itu dilayangkan kepada Rektor UIN Jakarta, Prof Amany Burhanuddin Lubis. (jpc)

Bagikan berita ini:
5
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar