Indonesia Tolak Resolusi Genoside dan Kejahatan Kemanusiaan di Sidang Umum PBB, Roy Suryo: Ambyar

Kamis, 20 Mei 2021 10:24

Roy Suryo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Keputusan delegasi Indonesia yang menolak resolusi Responsibility to Protect (R2P) dan pencegahan genosida, kejahatan perang, pembersihan etnik, dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam Sidang Umum PBB, Senin (17/5/2021) menuai polemik.

Salah satunya dari mantan anggota DPR, Roy Suryo. Menurutnya keputusan tersebut adalah hal yang aneh.

“Senin lalu 17/05/21 Sidang Umum PBB Rapat pleno dgn tema “The Responsibility to Protect” (R2P) & Pencegahan Genosida, Kejahatan perang, Pembersihan etnis & Kejahatan thdp kemanusiaan” sbg bagian dari Agenda formal sidang ke-75.Indonesia memberikan Suara “NO” (tidak)? AMBYAR,” tulis Roy Suryo di akun Twitternya, Kamis (20/5/2021).

Diketahui, Indonesia merupakan satu dari 15 negara yang menolak resolusi yang mengupayakan supaya R2P dan pencegahan genosida, kejahatan perang, pembersihan etnik, dan kejahatan menjadi bagian dari agenda tahunan.

“Ada penjelasan begini, Katanya dgn menjawab “NO” itu “cerdas”, tdk masuk “Jebakan betmen” (dimana putusan tsb memberi kuasa Pemegang Hak Veto AS). Namun IMHO, Indonesia hrs kerja keras dlm Opini Publik krn selain Kalah Voting, jawaban tsb tdk populis (& masuk “List of Shame”),” sebut Roy Suryo.

Tak sampai di situ, pakar telematika itu meminta Kementerian Luar Negeri segara menjelaskan alasan kenapa menolak resolusi tersebut.

“Ini Detailmya dlm 3 Point (Lampiran). Sekalilagi meski posisi voting tsb tdk boleh disalahartikan sbg “melawan R2P.” & th 2005 Indonesia mengikuti konsensus yg mengadopsi konsep R2P dlm Resolusi 60/1. Namun hrs diklarifikasi, apalagi ada Opini publik media2 “pro sana” spt UN Watch,” jelas mantan kader Partai Demokrat itu.

Bagikan berita ini:
2
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar