Presiden Salah Sebut Nama Provinsi, Yan Harahap: Ini Keterlaluan, Bahkan Memalukan!

  • Bagikan
Yan Harahap. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap ikut berkomentar atas salah sebut nama provinsi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Seorang Kepala Negara salah menyebut nama Provinsi di Negara yg ia pimpin itu keterlaluan, bahkan memalukan! Jadi makin terlihat ‘minim wawasan’!," katanya, dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (20/5/2021).

Anak buah AHY itu meminta Presiden Jokowi meminta maaf atas salah ucap yang dilakukannya.

"Cukup sarankan Pak Jokowi minta maaf atas kesalahan ucapannya. Tak usah membela berlebihan," ungkapnya.

https://twitter.com/YanHarahap/status/1394923010704826368

Cuitan Yan Harahap ini merespons pembelaan yang dilakukan oleh Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Faldo Maldini.

Faldo mengaku tahu betul mengapa orang dari luar Sumatera Barat kata 'Padang' sangat kuat di pikiran. Karena Padang adalah tanah kelahiran dan kampung halaman Faldo.

"Tentu, itu merujuk ke Sumbar. Yang penting, jalannya gak salah arah aja ke provinsi lain. Bagi orang luar Sumbar, kata "Padang" sangat kuat, mengacu ke daerah/etnis. Tagline wisata Pemprov aja Taste of Padang. Tapi banyak yang senang ngeributin ginian, ya boleh-boleh aja," cuit Faldo Maldini menjelaskan.

Dia pun sempat mempertanyakan ketika Pemprov Sumbar bikin tagline Taste of Padang itu. Tapi, penjelasan ilmiah dari riset konsultan branding yang membantu Pemprov, akhirnya membuat Faldo bisa menerima alasan tersebut.

"Sebagai orang luar Sumbar, Pak @jokowi tentu lebih terbiasa menyebut "Padang", ya bisa dimaklumi," belanya kemudian.

Yang jelas, kata Faldo, kebijakan pembangunan ini tidak hanya untuk warga Kota Padang, tapi untuk seluruh Sumbar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan