Vaksin Gotong Royong Dianggap Mahal, Pengusaha Minta Setengah Harga

Kamis, 20 Mei 2021 22:28

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kalangan pengusaha mendukung terlaksananya program vaksinasi gotong royong. Namun, sebagian mengaku harga masih mahal dan perlu ada subsidi.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Makassar meminta keringanan harga vaksin mandiri. Tarif yang ditetapkan dinilai terlalu tinggi dan memberatkan perusahaan.

Ketua Apindo kota Makassar, Muammar Muhayang, merasa keberatan jika beban biaya pengadaan vaksin diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan. Sebab, harga yang ditetapkan dinilai tidak masuk akal.

“Kita merasa berat dengan nominal itu. Satu vaksin kisarannya Rp800 ribu (dua kali suntik), kalau itu dibebankan ke perusahaan sepenuhnya, habislah kita,” kata Muammar, Kamis (20/5/2021).

Meski begitu, Apindo tetap mendaftarkan diri sebagai peserta vaksin mandiri. Akan tetapi, tidak satupun dari perusahaan yang tergabung di Apindo ikut mendaftar.

“Kita daftar, tapi atas nama Apindo. Tetapi perusahaan yang di bawah naungan kami tidak ada yang daftar. Alasannya karena harga itu tadi,” lanjutnya.

Apindo sendiri mendaftarkan diri karena ingin mengikuti arahan pemerintah. Tetapi mereka juga bakal tetap berupaya meminta keringanan kepada pemerintah.

“Kita akan tetap minta keringanan ke pemerintah. Aturan ini harusnya dikaji ulang, apalagi ini kan pandemi, belum normal, pemasukan perusahaan juga minim,” paparnya.

Apindo sendiri bakal menyampaikan permintaan setengah harga, atau setidaknya diturunkan. Karena banyak biaya lain yang dianggap sudah menjadi beban, seperti halnya tarif tol dan sejumlah biaya tambahan lainnya.

Bagikan berita ini:
5
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar