Junta Militer Myanmar Pecat Satu per Satu Diplomatnya

Jumat, 21 Mei 2021 16:40

SIMBOL PERLAWANAN: Seorang pengunjuk rasa melukis salam tiga jari di tanah dengan cat merah sebagai bagian dari demonstr...

FAJAR.CO.ID, MYANMAR — Satu per satu diplomat Myanmar dicopot dari jabatannya. Bukan karena dimutasi atau masa jabatannya habis, tapi karena menentang junta militer. Yang terbaru adalah pencopotan dua staf Kedutaan Besar Myanmar di Jepang. Yaitu, Sekretaris I Aung Soe Moe dan seorang kolega juniornya.

”Saya sangat khawatir dengan hidup saya di Tokyo karena status diplomatik dan paspor kami dicabut,” ujar Aung Soe Moe seperti dikutip kantor berita Kyodo, Kamis (20/5).

Junta militer mendepak dua diplomat tersebut sejak 11 Maret lalu. Itu hanya berselang lima hari setelah mereka mengunggah status di akun Facebook masing-masing yang menyatakan menentang kudeta dan mendukung aksi massa di negaranya. Salah satunya adalah aksi pembangkangan massal. Mereka berdua ikut mogok kerja. Junta militer menanggapi dengan mencabut status diplomatik dan paspornya. Mereka tidak lagi diizinkan tinggal di area kedutaan.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Katsunobu Kato kemarin menyatakan bahwa kedutaan Myanmar telah memberi tahu Kementerian Luar Negeri Jepang bahwa visa diplomatik untuk pasangan itu tidak berlaku lagi. Jepang selama ini telah mengkritik kudeta di Myanmar dan menyerukan pemulihan demokrasi. Namun, di sisi lain, Jepang juga memiliki hubungan perdagangan yang cukup erat dengan Myanmar. Mereka juga dekat dengan para petinggi junta militer. Pekan lalu jurnalis Jepang Yuki Kitazumi yang ditahan militer Myanmar telah dibebaskan dan dipulangkan.

Bagikan berita ini:
6
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar