KPK Jebloskan Desi Arryani dan Dua Eks Pejabat Waskita Karya

Jumat, 21 Mei 2021 19:48

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan lembaga antirasuah tengah menyelidiki adanya dugaan korupsi ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan Kepala Divisi III/Sipil/II Waskita Karya, Desi Arryani ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang. Dia akan menjalani hukum pidana penjara selama 4 tahun.

Desi terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebanyak Rp 3.415.000.000 dalam pelaksanaan subkontraktor fiktif pada 41 proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

“Kamis, Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono telah melaksanakan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 59/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 26 April 2021 dengan Terpidana Desi Arryani dkk,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (21/5).

Selain pidana penjara, Desi Arryani juga dikenai kewajiban membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Desi Arryani juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 3.415.000.000,00. Tetapi Desi telah selesai melakukan pembayaran uang pengganti melalui rekening penampungan KPK.

Selain Desy, KPK juga mengeksekusi mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman ke Lapas Kelas I Sukamiskin. Dia akan menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Fakih Usman dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan juga dibebani membayar denda sebesar Rp200 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Selain itu, Fakih Usman juga turut dijatuhi hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti yang dibebankan pada Terpidana tersebut sebesar Rp 5.970.586.037. Hukuman tambahan itu harus dibayarkan selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dimaksud dan apabila uang pengganti tidak dibayar maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun,” ucap Ali.

Kemudian, mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar akan dijebloskan ke Lapas Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan. Dia juga dihukum membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

Dia juga dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 47.166.931.587,00. Hukuman tambahan itu harus dibayarkan selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

“jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dimaksud dan apabila uang pengganti tidak dibayar maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan,” urai Ali menandaskan.

Ketiga mantan pejabat Waskita Karya itu terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
9
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar