OJK Imbau Masyarakat Tak Mudah Tergiur Pinjaman Online Ilegal

Jumat, 21 Mei 2021 10:22

Ilustrasi pinjaman online

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus seorang guru TK di Malang yang terjerat pinjaman online menjadi atensi banyak kalangan.

Guru TK tersebut telah meminjam melalui 19 fintech lending ilegal dan 5 fintech lending terdaftar/berizin di OJK dengan total kewajiban mencapai sekitar Rp 35 juta.

Ini bukan kasus pertama terkait pinjaman online yang terjadi di tanah air. Tahun lalu, seorang nasabah bahkan nekat bunuh diri karena diduga merasa tertekan akibat pinjaman online.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat berhati-hati memilih pinjol. Harus mengecek dan memastikan legalitasnya.

Khusus di Sulsel, OJK mencatat sepanjang tahun ini hanya ada dua layanan konsumen yang mengadukan terkait pinjol.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulampua, Moh Nurdin Subandi menyampaikan pihaknya selalu mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan pinjol ilegal.

“Pada Bulan Februari dan April 2021 masing masing-masing satu layanan, yang merupakan pinjol ilegal yang tidak terdaftar dan berizin OJK,” jelasnya, Kamis (20/5/2021).

Pihaknya berharap, dengan rendahnya layanan aduan konsumen yang tercatat di KR 6 Sulampua, masyarakat di Sulsel dapat menghindari jerat penawaran pinjaman online.

Kantor OJK Regional 6 Sulampua, lanjutnya, memberikan edukasi kepada masyarakat sepanjang tahun 2021 sampai dengan saat ini telah tiga kali melaksanakan kegiatan webinar dengan tema investasi ilegal dan pinjaman online.

Bagikan berita ini:
10
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar