Penerapan BRT di Makassar, Pengamat Transportasi Sarankan Ini

Jumat, 21 Mei 2021 18:40

Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rencana Penerapan Bus Rapid Transit (BRT) oleh Pemerintah Kota Makassar harus dikelola dengan baik. Jika tidak, proyek ini bisa mangkrak seperti sebelumnya.

Pengamat Transportasi Universitas Muslim Indonesia, Lambang Basri Said mengatakan, penerapan BRT harus diseriusi dan dikelola dengan baik.

Kata dia, BRT harus terintegrasi bersama transportasi umum lainnya semisal angkutan kota alias Pete-pete, agar operasional bisa berjalan dengan baik.

BRT bertindak di jalur-jalur utama sementara moda transportasi kecil sementara angkutan kota hanya beroperasi pada wilayah-wilayah tertentu dengan jarak yang lebih pendek.

Menurutnya, tranportasi yang tumpang tindih mengakibatkan tidak optimalnya muatan. Sehingga diperlukan halte atau tempat pertemuan dua moda transportasi tersebut.

Pembenahan jalur khusus juga perlu dilakukan untuk menghindari terhambatnya bus akibat macet. Hal ini juga akan mengefisienkan waktu tunggu bagi masyarakat dan sistem akan lebih jelas.

“Kemarin kan begitu, karena manajemen yang kurang bagus itu amburadul termasuk waktu tunggunya yang lama. Idealnya kan paling lama 5-7 menit. Turun peminatnya, solusinya sebenarnya harus dirambah armada. Tapi kemarin malah dikurangi sehingga pelayanan malah tambah parah,” katanya, Jumat (21/5/2021).

Basri menilai, penerapan BRT memerlukan perombakan besar-besaran untuk menjamin transportasi publik dapat bertahan. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
7
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar