Teroris KKB Berkoar Tengah Menyusun Revolusi Total, tapi Ajak Pemerintah Berunding

Jumat, 21 Mei 2021 21:18

Pasukan TNI-Polri mengejar KKB Papua. Foto Antara

FAJAR.CO.ID, PAPUA — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) berkoar tengah menyusun revolusi total. Caranya, menggabungkan semua kelompok ke dalam 33 Komando Daerah Pertahanan (Kodap).

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, revolusi total diumumkan dalam beberapa tahun ke depan. “Yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan perang serentak di semua tanah Papua,” katanya kemarin (20/5).

Karena itu, dia mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan operasi militer. Lalu, duduk bersama di meja perundingan. ”Segera lakukan semua itu sebelum kami umumkan revolusi total,” tuturnya.

Polri memiliki data yang berbeda terkait jumlah KKB, sebutan pemerintah untuk kelompok tersebut. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan menuturkan, TNI dan Polri memetakan KKB ke dalam tujuh hingga sembilan kelompok. Mereka tersebar di beberapa wilayah di Papua. ”Setiap kelompok telah teridentifikasi,” ujarnya.

Identitas pimpinannya dan jumlah anggotanya juga telah diketahui. Seperti sebelumnya, jumlah mereka diprediksi lebih dari 150 orang. ”Kendati telah terpetakan, ada tantangan dari segi medan. Hutan yang berbukit-bukit,” jelasnya.

Pemerintah juga mendukung penuh langkah-langkah penindakan terhadap kelompok yang sudah dicap sebagai teroris itu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mafud MD menegaskan bahwa penindakan kepada KKB dilakukan demi keamanan masyarakat Papua.

Berdasar laporan yang dia terima, kelompok tersebut sudah terdesak. “Jadi, sudah ada peningkatan keberhasilan karena kami sekarang akan lebih tegas khusus kepada kelompok itu (KKB, Red),” kata Mahfud.

Bagikan berita ini:
10
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar