Vaksin Sinovac Belum Bersertifikasi WHO, Bio Farma Usul Pemerintah Lakukan Diplomasi dengan Arab Saudi

Jumat, 21 Mei 2021 16:51

Vaksin Covid 19 produksi Sinovac Biotech asal China. Foto ABC News

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir mengusulkan, agar pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dengan otoritas Arab Saudi perihal perizinan ibadah haji bagi jamaah Tanah Air.

Pasalnya, pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan kepada jamaah haji jika sudah mendapat vaksin Covid-19 bersertifikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara program vaksinasi nasional belum mengantongi syarat tersebut.

“Kita butuh diplomasi dari goverment to goverment, agar ada kesepakatan bahwa vaksin yang sudah diberikan kepada masyarakat Indonesia itu juga berlaku bagi perizinan ibadah haji,” ujar Honesti di Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Indonesia sendiri, kata Honesti, saat ini masih menggunakan vaksin Sinovac dalam program vaksinasi nasional. Padahal, Sinovac Biotech Ltd, selaku produsen farmasi asal China belum mengantongi sertifikasi WHO.

“Selain vaksin AstraZeneca, jenis vaksin lain yang digunakan belum bisa menjadi syarat perjalanan ibadah haji dan umrah. Sedangkan vaksin dari Cina memang belum,” ujarnya.

Kendati begitu, dalam waktu dekat ini WHO tengah memproses penetapan Sinovac agar memperoleh izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

“Manajemen Bio Farma sendiri sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Sinovac. Alhasil, tidak ada data apapun yang diminta WHO sebagai persyaratan persetujuan EUA,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Honesti, pemberian izin penggunaan darurat hanya tinggal menunggu waktu saja. Ia pun memastikan, jika izin akan diperoleh Sinovac Biotech Ltd pada awal Juni 2021.

Bagikan berita ini:
9
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar